Badai Hantam Selandia Baru, Pemadaman Listrik dan Pembatalan Pesawat Terjadi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Badai Debby di Selandia Baru Foto: Andrew Warner/The Bay of Plenty Times via AP
zoom-in-whitePerbesar
Badai Debby di Selandia Baru Foto: Andrew Warner/The Bay of Plenty Times via AP

Puluhan ribu rumah di Selandia Baru tidak dialiri listrik dan ratusan penerbangan terpaksa dibatalkan imbas badai tropis yang menghantam bagian utara negara itu, pada Senin (13/2).

Badai tropis ini telah menumbangkan pohon, merusak jalan, dan memutus aliran kabel listrik — pemicu terjadinya pemadaman di beberapa wilayah.

Dikutip dari AFP, badai tropis ini diiringi oleh angin berkecepatan hingga 140 km/jam. Sementara itu, jembatan di Pelabuhan Auckland yang berada di bagian utara Selandia Baru diguncang oleh hembusan angin berkecepatan sebesar 110 km/jam.

Sekitar 58.000 orang yang sebagian besar tinggal di bagian utara Selandia Baru tidak memiliki akses ke listrik pada Senin sore.

Keadaan darurat pun diumumkan di lima wilayah terpisah di North Island — pulau yang mencakup hampir sepertiga dari keseluruhan populasi Selandia Baru yang berjumlah 5,1 juta jiwa.

Selain itu, maskapai penerbangan lokal Air New Zealand melaporkan, sejauh ini pihaknya telah membatalkan 509 jadwal penerbangan akibat badai Mereka memperkirakan, rencana perjalanan sekitar 10.000 pelanggan internasional telah turut terganggu.

Perdana Menteri Selandia Baru yang tinggal di Wellington, Chris Hipkin, termasuk di antara ribuan orang yang terjebak di Kota Auckland usai cuaca buruk memicu pembatalan jadwal penerbangan.

Bandara Internasional Wellington. Wellington, Selandia Baru Foto: Shutter Stock

“Keadaan akan memburuk sebelum membaik,” ujar Hipkins, seraya menyerukan agar warganya bersiap dan tinggal di rumah sebisa mungkin.

Pemimpin baru yang menggantikan Jacinda Ardern itu pun mempertimbangkan adanya pengumuman keadaan darurat nasional untuk ketiga kalinya dalam sejarah Selandia Baru — jika diperlukan.

“Banyak orang yang belum bisa beristirahat,” ungkap Hipkins. “Kebutuhan masyarakat sangat signifikan. Efek dari peristiwa cuaca telah memperparah keadaan,” imbuhnya.

Secara terpisah, Menteri Manajemen Darurat Kieran McAnulty mengatakan hari Senin pekan ini akan menjadi sulit — akibat adanya angin dan badai kencang sekaligus hujan lebat yang sangat berbahaya.

McAnulty menyerukan, akan sangat berbahaya untuk berupaya memulihkan aliran listrik di saat cuaca buruk terus berlanjut.

Terlepas pembatalan jadwal penerbangan, badai tropis telah menciptakan kekacauan pada jaringan transportasi Selandia Baru — memaksa layanan kereta api dan bus untuk berhenti beroperasi.