Bandara Arab Saudi Diserang, Kemlu: 49 Ribu Jemaah Umrah Aman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam agenda Press Briefing Perkembangan Isu Terkini Politik Luar Negeri di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam agenda Press Briefing Perkembangan Isu Terkini Politik Luar Negeri di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan 49 ribu jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi dalam kondisi aman usai serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, pada Rabu (21/10) dini hari.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menjelaskan, hingga Kamis (22/10), seluruh warga negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Arab Saudi, dilaporkan dalam kondisi aman.

“Namun demikian, rangkaian serangan tersebut berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan, khususnya penerbangan di wilayah Riyadh,” tutur Heni dalam Press Briefing Perkembangan Isu Terkini Polugri di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Saat ini di Arab Saudi terdapat 49.000 jemaah umrah dan semuanya dalam keadaan aman."

---Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah.

Asap membumbung tinggi di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi pada Kamis (8/10). Asap itu diduga berasal dari pesawat penumpang yang terkena serangan. Foto: social media via REUTERS

Heni menerangkan, penerbangan di Bandara Jeddah dan Madinah masih beroperasi normal. Kendati demikian, berdasarkan data per Rabu (21/10), Kemlu mencatat ada sejumlah pembatalan penerbangan.

“Jadi hanya as of kemarin tingkat pembatalan (cancellation) sebesar 7 persen untuk di Jeddah dan Madinah, dan juga penundaan sebesar 11 persen,” terang Heni.

Untuk mengantisipasi dampak gangguan penerbangan terhadap jemaah, Heni turut menyampaikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melakukan pemantauan selama 24 jam di bandara.

“KJRI Jeddah piket di bandara ini 24 jam untuk memantau apabila ada jemaah yang stranded (terlantar) atau terdapat gangguan penerbangan,” katanya.

Sebagai informasi, melansir dari Reuters, sedikitnya dua orang dilaporkan tewas dan 8 orang luka-luka akibat serangan di Bandara Internasional King Fahd, Dammam, Arab Saudi, pada Rabu (21/10).

Reuters melaporkan, otoritas Arab Saudi belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sebelumnya telah memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak menggunakan wilayah udara Arab Saudi pada bulan ini, seiring meningkatnya serangan kelompok tersebut terhadap kerajaan itu.