Belasan Laptop Chromebook Sebuah SD Negeri di Kudus Dicuri, Polisi Buru Pelaku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi laptop import. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laptop import. Foto: Shutter Stock

Sebanyak 15 unit Chromebook di SDN 1 Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dicuri. Pelaku juga mengambil 10 charger Chromebook.

Pencurian terjadi pada Kamis (29/10) dini hari. Peristiwa tersebut baru diketahui sekitar pukul 08.00 WIB saat seorang guru hendak mengambil charger laptop di ruang komputer untuk keperluan pembelajaran.

Namun, charger yang hendak diambil ternyata sudah tidak ada di tempatnya. Ia kemudian menanyakan keberadaan barang tersebut kepada guru lainnya yang sebelumnya menggunakan ruang komputer pada Rabu (28/10).

Keduanya lantas melakukan pengecekan dan pencarian di dalam ruangan. Setelah diperiksa, diketahui sebanyak 15 Chromebook, 10 charger Chromebook, serta satu charger Toshiba juga hilang.

Kapolsek Jati AKP Subkhan membenarkan adanya pencurian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

"Kami dalami dan lakukan penyelidikan. Kami juga melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap kasus ini," katanya dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi bersama Tim Inafis Polres Kudus melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan CCTV juga dilakukan.

"Kami juga berkoordinasi dengan Tim Inafis untuk mendalami temuan di TKP. Selain itu, kami menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV dan keberadaan barang-barang yang hilang, termasuk berdasarkan nomor seri Chromebook,” terangnya.

Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku. Selain itu juga mengungkap modus pencurian.

"Identitas pelaku dan motif pencurian masih dalam penyelidikan," imbuhnya.