Bibit 91B Berkembang Jadi Siklon Tropis Murasu, Ini Pantauan BMKG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siklon Tropis Murasu, Senin (2/11/2026). Foto: Zoom Earth
zoom-in-whitePerbesar
Siklon Tropis Murasu, Senin (2/11/2026). Foto: Zoom Earth

BMKG mengumumkan terbentuknya Siklon Tropis Murasu. Badai ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91B dan mencapai intensitas siklon tropis pada Minggu, 1 November 2026 pukul 13.00 WIB.

“Berdasarkan pembaruan ini, posisinya berada di Teluk Benggala,” kata BMKG, Senin (2/11/2026).

Dalam 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum diprakirakan meningkat dengan intensitas mencapai kategori dua.

"Siklon ini diprakirakan bergerak ke arah barat–barat laut, menjauhi wilayah Indonesia,” jelas BMKG.

BMKG menegaskan, Murasu tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan, hingga 2 November 2026 pukul 19.00 WIB.

Sebelumnya, BMKG mengumumkan bahwa bibit siklon 91B terbentuk pada 29 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB. Bibit ini mempengaruhi cuaca di Sumut dan Aceh. Pergerakannya menjauhi Indonesia.

kumparan post embed

Wilayah Terdampak

Seorang pria berjalan melewati pohon-pohon tumbang di sepanjang jalan setelah siklon Arnab menerjang Yanam, Puducherry, India, Rabu (28/10/2026). Foto: Noah Seelam/AFP

Adapun wilayah yang akan terdampak langsung siklon Murasu antara lain Andhra Pradesh di India. Siklon diprakirakan memicu hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang. Sebelumnya, daerah ini juga dilandai siklon Arnab yang menimbulkan kerusakan serius.

kumparan post embed

Murasu merupakan nama siklon sumbangan otoritas meteorologi India, artinya gendang/drum yang biasa dipakai masyarakat kuno untuk memperingatkan adanya bahaya.

"Murasu diperkirakan akan menerjang daratan (landfall) pada pagi hari tanggal 3 November di antara Nellore dan Narsapur di Andhra Pradesh, dengan kecepatan angin mencapai 100–110 km/jam dan embusan kuat (gusting) hingga 120 km/jam, menurut Departemen Meteorologi India (IMD)," lapor media India, The Hindu.