Biden Positif COVID-19, Kian Muncul Kekhawatiran Akan Kondisi Kesehatannya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Joe Biden menerima vaksinasi booster COVID-19 kedua setelah memberikan sambutan tentang COVID-19 di Auditorium Pengadilan Selatan Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Gedung Putih. Foto: Kevin Lamarque/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden menerima vaksinasi booster COVID-19 kedua setelah memberikan sambutan tentang COVID-19 di Auditorium Pengadilan Selatan Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di Gedung Putih. Foto: Kevin Lamarque/Reuters

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dinyatakan positif COVID-19 dengan gejala ringan pada Rabu (17/7). Kabar itu muncul tak lama setelah ia mengakui pertimbangan untuk membatalkan pencalonannya jika dokter mendiagnosisnya dengan kondisi medis serius.

Politikus Demokrat berusia 81 tahun itu mempersingkat perjalanan kampanyenya ke Las Vegas dan langsung terbang ke rumahnya di Delaware untuk melakukan isolasi mandiri.

“Saya merasa baik,” ucap Biden seraya mengacungkan jempol ke arah wartawan, seperti dikutip dari AFP. Ia berjalan dari Limousin menuju pesawatnya di Las Vegas tanpa masker.

Biden juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukungnya melalui platform X.

"Saya akan mengasingkan diri sampai saya pulih, dan selama itu saya akan terus bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan demi rakyat Amerika,” tulisnya.

Biden positif COVID-19 terjadi di masa kritis kampanye. Sebelumnya ia menjadi sorotan karena tampil buruk dalam debat pertama pemilu AS, lalu ia menghadapi desakan dari beberapa anggota Partai Demokrat untuk mundur dari pencalonan.

Ditambah dengan isu percobaan pembunuhan terhadap Trump baru-baru ini yang berpotensi mengambil suara Partai Demokrat.

Akibat dinyatakan positif COVID-19, Biden terpaksa membatalkan pidatonya di depan serikat pekerja. Padahal momen ini akan berperan penting dalam upayanya terpilih kembali.

Menurut juru bicara Biden, Karine Jean-Pierre, capres tertua AS itu telah mendapatkan vaksinasi dan ‘booster’. Kini Biden sedang mengonsumsi obat Paxlovid, dan tetap akan menjalankan tugas kantornya secara penuh selama isolasi.

Dokter Gedung Putih, Kevin O'Connor, mengatakan Biden mengeluh menderita pilek, batuk, dan "malaise umum”. Lalu dia dinyatakan positif setelah menghadiri acara kampanye.

“Gejalanya masih ringan,” kata O’Connor sambil menambahkan bahwa laju pernapasan, suhu, dan kadar oksigen darah Biden tetap normal.

Presiden serikat pekerja untuk pekerja Latin Unidos, Janet Murguia, lebih dulu mengatakan diagnosis tersebut sebelum pengumuman Gedung Putih.

“Saya baru saja menelepon Presiden Biden, dan dia menyampaikan kekecewaannya yang mendalam karena tidak dapat bergabung dengan kami sore ini,” katanya.

Didampingi sang istri Jill Biden, Presiden terpilih AS Joe Biden berbentur siku dengan perawat sebagai pengganti jabat tangan usai disuntik vaksin COVID-19 di Rumah Sakit ChristianaCare Christiana, di Newark, Delaware, AS, Senin (21/12). Foto: Leah Millis/REUTERS

Sebelumnya, saat ditanya apa yang akan membuat Biden mempertimbangkan ulang pencalonannya sebagai presiden, ia mengatakan jika muncul beberapa kondisi medis serius.

“Jika saya memiliki beberapa kondisi medis yang muncul, jika seseorang, jika dokter datang dan berkata 'Anda punya masalah ini, masalah itu.'," ungkap Biden kepada media Black BET di Las Vegas, Selasa (16/7).

Sejauh ini Biden menolak mundur dan menyalahkan kegagalan debatnya. Saat itu ia tampak lelah dan bingung karena flu dan jet lag yang parah.

Namun, ia mendapat pukulan besar ketika tokoh Demokrat paling terkenal, Perwakilan Adam Schiff dari California, mendesak Biden untuk memberikan posisinya kepada orang lain.

“Kepresidenan Trump yang kedua akan melemahkan fondasi demokrasi kita, dan saya memiliki kekhawatiran serius mengenai apakah Presiden dapat mengalahkan Donald Trump pada bulan November,” kata Schiff dalam pernyataan kepada Los Angeles Times, dikutip dari AFP.