Cak Imin Respons Dugaan Bullying di Sekolah Rakyat Jember, Minta Pembina Tak Generalisasi Siswa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perundungan atau bullying. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin meminta para pembina Sekolah Rakyat tidak menggeneralisasi kemampuan siswa.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin menyusul dugaan penganiayaan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember, Jawa Timur, oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) yang bertugas sebagai pembina kedisiplinan di asrama.

Cak Imin menegaskan, setiap siswa memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda sehingga pendekatan pendidikan dan pembinaan perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak.

“Saya meminta kepada semua yang terlibat di dalam pengelolaan Sekolah Rakyat supaya mengubah cara pandang,” kata Cak Imin saat ditemui wartawan usai menghadiri Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10).

Menurut Cak Imin, kemampuan siswa tidak bisa dinilai hanya berdasarkan satu aspek, seperti keterampilan baris-berbaris. Ia meminta pembina mengenali kelebihan dan kekurangan setiap siswa dalam proses pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam agenda Penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Peserta didik di Sekolah Rakyat tidak bisa digeneralisasi. Baris-berbaris tidak bisa jadi ukuran. Ukurannya adalah spesifikasi. Anak memiliki titik lemah tertentu, tetapi memiliki titik kelebihan tertentu,” ujarnya.

Ia mencontohkan, siswa yang tidak unggul dalam kegiatan baris-berbaris bisa saja memiliki kemampuan di bidang seni atau teknologi.

Sementara siswa yang memiliki kemampuan akademik baik dapat diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Ada juga yang akademisnya sangat bagus, maka dia kita siapkan masuk perguruan tinggi. Bisa kuliah,” kata dia.

Cak Imin juga menilai siswa yang memiliki potensi di bidang seni dapat diarahkan untuk mengembangkan kemampuannya sesuai minat dan bakat.

“Tinggal didorong, dididik sesuai dengan kapasitas dia yang potensial menjadi seorang artis. Itu paling jelas jalurnya,” ujarnya.

Karena itu, ia kembali mengingatkan para pembina agar memahami perbedaan karakteristik dan potensi setiap siswa dalam menjalankan proses pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Sehingga saya sekali lagi minta kepada seluruh pembina Sekolah Rakyat, kalian adalah pengelola Sekolah Rakyat dengan spesifikasi yang sangat berbeda-beda. Tidak bisa digeneralisasi,” tekan Cak Imin.