Cak Imin soal Nelayan Indonesia Ditahan di Papua Nugini: Pemerintah Akan Ambil Langkah Cepat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum DPP PKB sekaligus Menko PM Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam agenda Peringatan Hari  Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum DPP PKB sekaligus Menko PM Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam agenda Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, merespons kabar adanya sejumlah nelayan Indonesia yang ditahan di Papua Nugini. Ia memastikan, pemerintah bakal mengambil langkah cepat untuk mengatasinya.

“Ya harus, tentu pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah cepat. Ada tiga unsur, satu Kemlu, kedua polisi, nah ketiga tentu Kementerian Kelautan yang akan terus bergerak,” kata Cak Imin saat ditemui usai melantik pengurus DPN Gerbang Tani di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (5/11).

Sebelumnya, unggahan beredar di media sosial memperlihatkan sebanyak 67 anak buah kapal (ABK) atau nelayan Indonesia berada dalam tahanan di Papua Nugini.

Dalam video tersebut disebutkan para nelayan ditahan di kawasan Bomana dan Daru, Papua Nugini. Video itu juga menarasikan kondisi para nelayan yang memprihatinkan selama berada di negara tersebut.

Para nelayan juga disebut meminta bantuan kepada Pemerintah untuk melakukan diplomasi dan advokasi.