Di Balik Penebalan Pasukan TNI di Jakarta: Jaga Stabilitas hingga Latihan

Kabar pengerahan prajurit TNI dalam jumlah besar ke Jakarta beredar. TNI membenarkan kabar tersebut dan mengungkap alasannya.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengerahan personel dalam jumlah besar dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga kesatuan Republik Indonesia.
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," kata Nas dikutip dari ANTARA, Rabu (4/11).
Meski begitu Nas tidak menjelaskan secara detail maksud dari pengerahan pasukan itu. Dia juga tidak menjelaskan secara rinci berapa personel yang dikerahkan ke Jakarta.
Sementara itu Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, TNI AD senantiasa menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel untuk menghadapi berbagai perkembangan situasi, termasuk di Ibu Kota.
"Pada prinsipnya, TNI AD senantiasa berupaya menjaga kesiapsiagaan satuan dan personel dalam menghadapi setiap perkembangan situasi," kata Donny saat dihubungi kumparan, Rabu (4/11).
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi keselamatan bangsa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Menurut Donny, kesiapan TNI AD tidak hanya mencakup personel, tetapi juga satuan dan pangkalan. Penyiapan serta pengujian kesiapan tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi kebutuhan dukungan apabila sewaktu-waktu diperlukan pengerahan pasukan.
"Tanpa harus menunggu adanya perkembangan situasi, TNI AD harus selalu siap. Kapan pun negara membutuhkan, TNI AD siap melaksanakan tugas sesuai perintah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," jelas Donny.
"Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif," lanjutnya.
TNI AL juga membenarkan adanya pengerahan pasukan ke Jakarta. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, mobilisasi prajurit merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam melindungi masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI.
“Kami sampaikan bahwa informasi tentang pengerahan personel TNI AL tersebut adalah benar. Pengerahan personel tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan Republik Indonesia,” kata Tunggul saat dikonfirmasi kumparan, Rabu (4/11).
Ia menjelaskan, pengerahan pasukan tersebut dilakukan berdasarkan regulasi dan ketentuan hukum yang berlaku.
Selain untuk pengamanan, pergeseran pasukan juga berkaitan dengan persiapan sejumlah latihan militer yang akan digelar TNI AL dalam waktu dekat.
Latihan tersebut meliputi Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang.
“Pergeseran pasukan tersebut juga berkaitan dengan persiapan latihan Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir Tangerang serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang yang akan dilaksanakan oleh TNI AL dalam waktu dekat,” ujarnya.
Komisi I Buka Suara
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta masyarakat tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa di tengah kabar penebalan personel TNI di Jakarta.
“Sebagai institusi pertahanan negara, TNI memiliki tanggung jawab untuk senantiasa siap menghadapi berbagai perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional,” kata Dave saat dikonfirmasi, Rabu (4/11).
Dave mengatakan, setiap pengerahan personel TNI tentu dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan.
Ia pun meminta agar masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai alasan di balik penebalan personel tersebut.
“Setiap langkah pengerahan personel tentu didasarkan pada pertimbangan kebutuhan tugas, kondisi di lapangan, serta koordinasi dengan lembaga terkait. Karena itu, kita perlu melihat kebijakan tersebut secara proporsional dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan yang utuh dari pihak terkait,” ujarnya.
Dave menegaskan, Komisi I DPR menghargai profesionalisme TNI dalam menjalankan tugasnya. Meski demikian, ia mengingatkan agar setiap langkah pengamanan tetap dilakukan secara terukur dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dave pun mengimbau masyarakat agar tidak merasa khawatir dengan adanya penebalan personel TNI di Jakarta. Ia meminta masyarakat tetap menjalankan kegiatan sehari-hari seperti biasa.
“Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Keberadaan TNI sebagai institusi pertahanan negara merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan bangsa,” kata dia.
