Dua Orang Diduga Pendaki Ilegal Semeru Dilaporkan Hilang, Tim SAR Gabungan Cari

Dua pendaki Gunung Semeru, berinisial BK (19) dan MWF (19), dilaporkan hilang setelah tidak dapat dihubungi sejak 2 November 2026. Tim SAR gabungan kini dikerahkan untuk mencari keberadaan keduanya di kawasan Gunung Semeru, Kecamatan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang.
Laporan kondisi membahayakan manusia tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi dari Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranu Pani, Arie, pada Sabtu (7/11/2026) pukul 14.37 WIB.
Berdasarkan informasi awal, kedua pendaki tersebut berencana melakukan pendakian Gunung Semeru pada 31 Oktober 2026. Namun, sejak 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya sudah tidak bisa dihubungi.
"Sejak 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya tidak dapat dihubungi. Mereka diduga melakukan pendakian tanpa melalui prosedur perizinan resmi yang berlaku,"
Upaya mengetahui keberadaan BK dan MWF sebenarnya telah dilakukan beberapa hari sebelum laporan resmi diterima Kantor SAR Banyuwangi.
Pada 4 November 2026, diketahui keduanya sempat menyewa sepeda motor di Terminal Lumajang. Kendaraan tersebut digunakan untuk menuju kawasan Ranu Pani, yang menjadi salah satu akses menuju Gunung Semeru.
Selanjutnya, pada 5 November 2026, pihak penyewa kendaraan bersama petugas RPTN Ranu Pani melakukan pencarian untuk mengetahui keberadaan kedua pendaki tersebut.
Pencarian itu membuahkan petunjuk setelah sepeda motor yang disewa BK dan MWF ditemukan pada 6 November 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
“Sepeda motor yang disewa ditemukan di ladang milik warga sekitar kawasan pendakian Gunung Semeru,” kata Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa dalam keterangannya, Sabtu (7/11).
Penemuan kendaraan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi petugas untuk menelusuri keberadaan kedua pendaki yang hingga kini belum diketahui.
Oka mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan yang diterima dengan mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
“Setelah menerima laporan, Kantor SAR Banyuwangi segera mengerahkan tim untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” katanya.
Pada Sabtu (7/11/2026) pukul 14.55 WIB, Tim Rescue Pos SAR Jember mulai bergerak menuju lokasi kejadian. Perjalanan menuju kawasan pencarian diperkirakan memakan waktu sekitar 3 jam 26 menit.
Operasi SAR tersebut melibatkan empat personel Tim Rescue Pos SAR Jember dan lima personel Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi.
Selain itu, sejumlah unsur turut dilibatkan, di antaranya TNBTS, Polrestabes Surabaya, BPBD Kabupaten Lumajang, serta masyarakat setempat.
Dalam operasi pencarian, tim dibekali sejumlah peralatan untuk mendukung penyisiran di medan pegunungan. Peralatan tersebut meliputi kendaraan operasional, drone thermal, perlengkapan mountaineering, jungle rescue, peralatan medis, hingga perangkat evakuasi.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan. Meski demikian, tim tetap harus mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk menghadapi kondisi medan Gunung Semeru.
Oka menegaskan, operasi pencarian akan dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat.
“Upaya pencarian akan dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi seluruh unsur SAR gabungan,” ujarnya.
Hingga laporan awal operasi SAR disampaikan hari ini, keberadaan BK dan MWF belum diketahui. Keduanya masih berstatus dalam pencarian (DP).
Tim SAR gabungan pun terus melakukan persiapan dan upaya pencarian untuk menemukan kedua pendaki tersebut.
