Dubes Palestina Terharu Lihat Antusias Warga Hadiri Aksi Solidaritas di Monas: Dunia Melihat Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari menghadiri Apel Akbar dan Doa Bersama 1000 Relawan Kemanusiaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari menghadiri Apel Akbar dan Doa Bersama 1000 Relawan Kemanusiaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, mengaku terkesan melihat ribuan warga Indonesia menghadiri Apel Akbar dan Doa Bersama untuk Palestina di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11).

Abdulfattah mengatakan, kehadiran ribuan masyarakat Indonesia dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan besar bagi perjuangan rakyat Palestina. Terlebih, mereka rela berdiri di bawah terik matahari sejak pagi untuk menyuarakan solidaritas.

“Dunia sedang melihat kalian saat ini. Dunia mengetahui bahwa kalian telah berdiri di bawah terik matahari sejak pukul tujuh pagi. Dunia mengetahui bahwa kalian mengalami kesulitan dan menanggung berbagai beban,” kata Abdulfattah melalui penerjemahnya, Riva Berliana Arifin, di Monas.

Aksi pengibaran bendera Indonesia dan Palestina dalam Apel Akbar dan Doa Bersama 1000 Relawan Kemanusiaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026). Foto: Aqsa Working Group

Pantauan kumparan di Monas, acara dimulai pukul 07.00 WIB. Agenda tersebut diisi dengan orasi, pertunjukan seni, pelantunan selawat, dan lagu religi.

Masyarakat yang hadir turut mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina berukuran besar. Aksi tersebut juga diikuti penerbangan motor paralayang yang membawa dua bendera itu, masing-masing berukuran 2,5 x 4 meter, mengelilingi kawasan Monas.

Abdulfattah mengatakan, masyarakat Indonesia menunjukkan pengorbanan karena kecintaan mereka terhadap Palestina, khususnya untuk mendukung rakyat di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

“Dan ini sangat positif sekali untuk bangsa Palestina karena ini merupakan dukungan secara tidak langsung yang mereka bisa rasakan baik di Gaza, Tepi Barat, juga di Yerusalem. Dan kalian berkorban dan kami berkorban dan kita adalah satu bangsa, bersama-sama sampai Palestina merdeka,” ujarnya.

Aksi pengibaran bendera Indonesia dan Palestina dalam Apel Akbar dan Doa Bersama 1000 Relawan Kemanusiaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026). Foto: Aqsa Working Group

Apresiasi Pemerintah-Parlemen

Abdulfattah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, parlemen, dan masyarakat Indonesia yang selama ini mendukung perjuangan Palestina. Menurut dia, doa dan dukungan masyarakat Indonesia memberikan kekuatan bagi rakyat Palestina untuk bertahan menghadapi pendudukan Israel.

“Tanpa dukungan Indonesia dan doa kalian untuk kami, rakyat kami tidak akan mampu terus bertahan hingga hari ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina di berbagai negara biasanya berlangsung setiap 29 November. Namun, Indonesia menggelar rangkaian Bulan Solidaritas Palestina selama satu bulan penuh.

Abdulfattah mengaku baru pertama kali mengikuti rangkaian peringatan tersebut sejak tiba di Indonesia sekitar 10 bulan lalu. Ia bahkan merasa Indonesia sudah seperti negara keduanya.

“Saya merasa berada di negara kedua saya. Saya merasa berada di tengah keluarga saya, di antara saudara-saudara laki-laki dan perempuan saya,” jelasnya.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari menghadiri Apel Akbar dan Doa Bersama 1000 Relawan Kemanusiaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Husni Ismail, menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Ia menyebut pemerintah, rakyat, dan konstitusi Indonesia tidak pernah ragu untuk berpihak pada perjuangan rakyat Palestina.

“Maka, negara kita, pimpinan kita, rakyat kita, konstitusi kita, tidak pernah ragu-ragu berpihak pada perjuangan Saudara-Saudara kita Palestina,” kata Husni.

Aksi pengibaran bendera Indonesia dan Palestina dalam Apel Akbar dan Doa Bersama 1000 Relawan Kemanusiaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026). Foto: Aqsa Working Group

Husni juga berharap rakyat Palestina segera memperoleh kemerdekaan sebagaimana yang telah dirasakan bangsa Indonesia.

“Mudah-mudahan Allah karuniakan kepada mereka kemerdekaan seperti kemerdekaan yang kita alami,” tegasnya.

Ia turut memanjatkan doa agar rakyat Palestina mendapat perlindungan dan kekuatan dalam menghadapi berbagai bentuk kezaliman.

“Ya Allah, merdekakan saudara-saudara kami di Palestina. Mudahkan mereka untuk merebut kemerdekaan dan enyahkah semua kekuatan-kekuatan kezaliman yang diprakarsai oleh Yahudi, yang bisa mengalahkan mereka hanya kekuasaan, kekuatan, dan keperkasaan-Mu ya Allah,” ujarnya.