Dwi Mengaku Terinspirasi Film saat Mutilasi Istri Siri dan Anak Tirinya

Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anak laki-lakinya yang berinisial AGEF (4) di Madiun, mengaku terinspirasi dari film saat melakukan pembunuhan dan berupaya menghilangkan jejak kedua korban.
Dirreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Pol Roy H. M. Sihombing, mengatakan hal tersebut diketahui setelah tersangka menjalani pemeriksaan psikologis.
"Berdasarkan hasil psikologi dan juga suka menonton film-film itu," ujar Roy di Mapolda Jatim.
Dari informasi yang dihimpun, Dwi diduga terinspirasi dari salah satu film India terkait pembunuhan.
Roy menjelaskan, tersangka membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menghilangkan jejak kedua korban. Ia diduga membakar dan memutilasi jasad korban, kemudian menggilingnya menggunakan mesin pencacah sebelum membuang sisa-sisanya ke sungai.
"Pertama dia bunuh dulu istrinya dengan cara mencekik, masih ada anaknya, anaknya itu diturunkan ke mobil, setelah itu korban dibawa menggunakan sleeping bag, dimasukin ke dalam rumahnya," ucapnya.
"Setelah itu, tanggal 20 itu melakukan upaya untuk menghilangkan jejak itu. Membakar, memotong, dan memasukan ke penggilingan dan dimasukan ke karung dan dibuang ke sungai. Butuh, waktu dua hari untuk memotong-motong lalu dihilangkan jejak ke sungai. Lalu melakukan persembunyian di Jombang," lanjut dia.
Menurut polisi, motif Dwi membunuh kedua korban berawal dari cekcok korban cemburu pelaku pergi menjemput istri sahnya. Saat itu, Dini hendak merayakan ulang tahun anaknya di hotel tersebut.
