Fakta-fakta Jatuhnya Helikopter Super Puma saat Padamkan Karhutla

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim penyelamat gabungan mengevakuasi korban jatuhnya helikopter Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Foto: Kantor SAR Banjarmasin/HO/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Tim penyelamat gabungan mengevakuasi korban jatuhnya helikopter Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Foto: Kantor SAR Banjarmasin/HO/ANTARA FOTO

Helikopter Super Puma H225 dengan nomor registrasi VH-HGM yang jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Helikopter tersebut tengah melakukan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan.

Helikopter yang ditumpangi tiga awak itu yakni dua pilot dan satu kru. Dua pilot yakni Michael John Betterridge dan Hugh Andrew John Page asal Australia selamat.

Sementara itu, kru atas nama Yayan Supyansuri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Berikut kumparan rangkum fakta-fakta jatuhnya helikopter tersebut:

Informasi Pertama dari Masyarakat

Sejumlah warga memberikan pertolongan diduga Helikopter jenis Super Puma jatuh saat misi pemadaman karhutla di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Foto: ANTARA/HO-Group SAR Banjarmasin

Informasi jatuhnya helikopter tersebut diterima relawan dari laporan masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Putra, relawan PALM 212 Banjarmasin, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari warga yang melaporkan adanya helikopter water bombing jatuh di kawasan tersebut.

"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar. Warga menginfokan ada helikopter water bombing jatuh," kata Putra saat dikonfirmasi, Minggu (8/11).

Pencarian Tim SAR

Helikopter water bombing dilaporkan jatuh di sungai Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (8/11/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kapusdatin BNPB, Berton S. Panjaitan, mengatakan helikopter tersebut tengah menjalankan misi operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam penugasan BNPB.

Kecelakaan helikopter tersebut terjadi di perairan Sungai Barito, tepatnya di wilayah Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Setelah menerima informasi kejadian tersebut, Kantor SAR Banjarmasin langsung mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Sebanyak 18 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 13.10 Wita.

Tim bergerak menggunakan kendaraan rescue dan kapal rigid inflatable boat (RIB). Lokasi kejadian berjarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin atau sekitar 71 mil laut dari Dermaga SAR Basirih.

Dalam operasi pencarian tersebut, sejumlah unsur turut dilibatkan, mulai dari Kantor SAR Banjarmasin, TNI Angkatan Udara, Polri, Babinsa, hingga masyarakat setempat.

Peralatan yang dikerahkan meliputi RIB, kendaraan rescue, perahu karet, peralatan penyelamatan di air, peralatan selam, Aqua Eye, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Kru yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

Tim penyelamat gabungan mengevakuasi korban jatuhnya helikopter Super Puma H-225 dengan registrasi VH-HGM di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Foto: Kantor SAR Banjarmasin/HO/ANTARA FOTO

Kru atas nama Yayan Supyansuri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas terdekat.

Temuan kru ketiga ini dibenarkan oleh Kepala SAR Banjarmasin I Putu Sudayana.

"Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar I Putu Sudayana.

Ia menyebut, untuk badan helikopter sendiri saat ini posisinya sudah berada di tepi sungai setelah dievakuasi dari dalam sungai oleh tim serta warga setempat yang membantu.

"Untuk selanjutnya bagaimana terkait helikopter ini, pihak berwenang akan melakukan evakuasi," katanya.

Evaluasi Keselamatan

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam agenda pemaparan perkembangan penanganan karhutla dan isu bencana terkini di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Kapusdatin BNPB, Berton S. Panjaitan, mengatakan evaluasi ini dilakukan menyusul kecelakaan helikopter Super Puma H225 dengan nomor registrasi VH-HGM.

"Kejadian ini tentu menjadi perhatian serius bagi BNPB, khususnya dalam melaksanakan operasi udara untuk penanganan karhutla. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasi udara," kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (8/11).

Terdapat tujuh aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Pertama, kesiapan teknis dan kelaikan armada helikopter yang digunakan dalam operasi. Kedua, kesiapan dan kompetensi awak pesawat.

Ketiga, prosedur penerbangan dalam pelaksanaan misi pemadaman karhutla. Keempat, prosedur pengambilan air dan pelaksanaan water bombing.

Kelima, kondisi lokasi operasi, termasuk karakteristik sungai, arus air, hambatan di sekitar lokasi, serta ruang manuver helikopter. Keenam, kondisi cuaca dan faktor keselamatan penerbangan. Ketujuh, koordinasi antara awak pesawat, pengendali udara, dan unsur yang bertugas di lapangan.

Selain melakukan evaluasi internal, BNPB juga akan berkoordinasi dengan operator helikopter dan instansi penerbangan terkait untuk memastikan armada yang digunakan dalam operasi berikutnya memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan.

Penyebab Kecelakaan Diinvestigasi

Berton mengatakan unit helikopter tersebut telah dievakuasi ke tepian sungai. BNPB bersama pihak terkait memastikan lokasi kejadian dan helikopter dapat diamankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan lokasi kejadian dan unit helikopter yang telah dievakuasi ke tepian sungai dapat diamankan serta mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Berton.

Berton mengatakan BNPB juga akan mendukung proses investigasi kecelakaan yang dilakukan oleh instansi berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"BNPB akan berkoordinasi dengan instansi yang berwenang untuk mendukung pemeriksaan dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Meski demikian, Berton menegaskan hingga saat ini penyebab kecelakaan helikopter tersebut belum dapat disimpulkan. BNPB tidak ingin berspekulasi mengenai faktor yang menyebabkan helikopter tersebut jatuh sebelum hasil pemeriksaan resmi diperoleh.

"Pada saat ini, penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada hasil pemeriksaan resmi," ungkap Berton.