Gus Ipul di Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat: Wartawan Lihat yang Terabaikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) malam. Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) malam. Foto: Kemensos RI

Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap para insan media yang telah mengabarkan kisah-kisah dari Sekolah Rakyat dari berbagai penjuru negeri.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para jurnalis yang konsisten memberitakan dan mengawal berbagai program sosial pemerintah, khususnya Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pers sebagai dua pilar yang sama-sama memiliki tanggung jawab menjaga martabat manusia.

"Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sementara wartawan bekerja melalui fakta. Wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara," ujarnya dalam acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10) malam.

Lomba karya jurnalistik dengan tema Sekolah Rakyat Memuliakan “The Invisible People” ini pun menjadi ruang partisipasi dan ekspresi bagi jurnalis untuk mengabarkan kisah-kisah dari Sekolah Rakyat dalam bentuk tulisan, berita foto dan video.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Sekretaris Jenderal Kemensos M. Hasan Chabibie, jajaran Kementerian Sosial (Kemensos), dan siswa Sekolah Rakyat, serta insan pers.

Gus Ipul mengatakan, kontribusi jurnalis sangat penting dalam penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan orang tua siswa.

Tanpa kabar baik yang disampaikan ke publik, kisah-kisah perjuangan para siswa, orang tua, tenaga pendidik, guru, kepala sekolah dan pemerintah dalam mendidik dan mengentaskan kemiskinan tak akan mendapat perhatian serta dukungan luas dari masyarkat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam acara Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) malam. Foto: Kemensos RI

Dia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis berbasis amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Hingga tahun 2026, tercatat 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia yang menampung lebih dari 44 ribu siswa dari keluarga kurang mampu.

"Kita patut bersyukur salah satu gagasan besar Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” katanya.

Keberhasilan Sekolah Rakyat, menurut Gus Ipul, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan, masukan, pengawasan, serta kepedulian dari segenap elemen masyarakat.

Peran media massa turut menjadi perhatian utama. Lantaran menjadi salah satu kekuatan penting untuk menyebarluaskan upaya pemerintah untuk mewujudkan amanat UUD 1945 demi pemenuhan hak-hak fakir miskin dan anak-anak telantar oleh negara.

Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar turut mengapresiasi Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan berasrama yang mapan. Anaknya disekolahkan dan orangtuanya diberdayakan.

Sekolah Rakyat, dinilainya, menjadi bentuk nyata kepedulian negara kepada masyarakat miskin atau the invisible people yang sebelumnya sering tidak terjangkau oleh kebijakan.

"Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan. Melalui politik anggaran pemberdayaan dan kolaborasi dengan media, kita optimistis dapat melahirkan manusia Indonesia yang kuat, berdaya, dan mandiri," ujarnya.

Sebelum gelaran malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2926 tim juri telah melakukan penilaian terhadap karya para jurnalis yang mengikuti perlombaan pada bulan Juni 2026 dan terpilih 10 nominasi karya tulis, 5 nominasi karya foto, dan 5 nominasi karya video, sebagai berikut:

A. Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online

1. Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng)

2. Dini Suciatiningrum (IDN Times)

3. Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan)

4. Puji Purwanto (Suara Merdeka Purbalingga)

5. Acep Nazmudin (Kompas.com)

6. Vina Oktavia (Kompas.id)

7. Stefy Thenu (Viva Jogja)

8. Vina Oktavia (Kompas.id)

9. Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com)

10. Septian Bima Bagaskara (Detik Jabar)

B. Kategori Jurnalistik Foto

1. Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com)

2. Muhammad Iqbal (LKBN ANTARA)

3. Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN ANTARA)

4. Andry Denisah (ANTARA Sultra)

5. Priyombodo (Kompas.id)

C. Kategori Jurnalistik Video

1. Amita Putri Caesaria (ANTARA TV)

2. Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV)

3. Radifan Setiawan (Tribunnews)

4. Crypto Hermawan (TVRI Jakarta)

5. Sherly Zulkarnaen (TVRI Sumbar)

Dari hasil penilaian para juri terhadap para nominator di atas, berikut daftar pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026:

A. Kategori Jurnalistik Media Cetak dan Online

Juara 1 : Mohammad Iqbal Shukri (Tribun Jateng) dengan judul karya Menjemput Masa Depan yang Hampir Hilang

Juara 2 : Sigiranus Marutho Bere (Kompas.com) dengan judul karya Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem dari Tanah Karang

Juara 3 : Dini Suciatiningrum (IDN Times) dengan judul karya Memuliakan yang Tak Terlihat, Kisah Haru Nenah di Sekolah Rakyat

Harapan 1 : Stefy Thenu Jurnalis (Viva Jogja) dengan judul karya Ikhtiar Memupus Kebodohan, Jalan Memutus Rantai Kemiskinan

Harapan 2 : Vina Oktavia (Kompas.id) dengan judul karya Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak-anak dari Keluarga Kurang Mampu ”Naik Kelas”

Harapan 3 : Erwin Prasetio (Sinar Perbatasan) dengan judul Sekolah Rakyat Memuliakan, Menyalakan Kembali Mimpi Anak-Anak Perbatasan

B. Kategori Jurnalistik Foto

Juara 1 : Wahyu Budiyanto (BlokBojonegoro.com) dengan judul karya Cetak Generasi Hebat Lewat Penguatan Karakter dan Digitalisasi di SRMA 36 Bojonegoro

Juara 2: Andry Denisah (ANTARA Sultra) dengan judul karya Kemensos Luluskan Siswa Sekolah Rakyat di Tahun Pertama

Juara 3 : Muhammad Iqbal (ANTARA Foto) dengan judul karya Hari Pertama Masuk Sekolah Rakyat

C. Kategori Jurnalistik Video

Juara 1 : Crypto Hermawan (TVRI Jakarta) dengan judul karya Pijar Masa Depan Sekolah

Juara 2 : Amita Putri (ANTARA TV) dengan judul karya Menyalakan Asa (Seri Sekolah Rakyat Bagian 1, 2, & 3)

Juara 3 : Dwi Nur Oktaviani (DAAI TV) dengan judul karya Pendidikan Untuk Agis

Selain kategori-kategori di atas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf secara khusus juga menganugerahkan penghargaan Lifetime Achievement sebagai penghormatan atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan dalam dunia jurnalistik kepada M. Bagus Khoirunnas. Pewarta foto ANTARA tersebut hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda, Banten pada Senin (7/9/2026). Selain itu, Gus Ipul juga memberikan penghargaan ke Forum Wartawan Sosial (Forwasos).

Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 tak hanya menjadi panggung bagi insan media, namun juga ajang siswa Sekolah Rakyat unjuk bakat dan prestasi.

Di depan ribuan pasang mata mereka tampil penuh percaya diri menunjukkan bakat dan kemampuannya. Mulai dari menari, membaca puisi, paduan suara, dan lain sebagainya. Di tengah acara para siswa dan seluruh tamu undangan juga memberikan ucapan selamat hari ulang tahun dan doa bersama untuk kesehatan dan kesuksesan Presiden Prabowo Subianto.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekjen Kemensos M Hasan Chabibie, Staf Ahli Menteri Afrizon Tanjung, Dirjen Rehabilitasi Sosial Supomo, Stafsus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Stafsus Menteri Fathurohman Taufiq, Tenaga Ahli Menteri Galih Hidayatullah, Tenaga Ahli Menteri Agustinus Budi, Tenaga Ahli Menteri Fajar WH, Kabiro Humas Devi Deliani, serta para tamu undangan.