Indonesia Teken MoU Industri Pertahanan dengan Qatar, Turki, dan Pakistan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatangan MoU Industri Pertahanan Badr Project antara Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan di Doha, Rabu (21/10). Foto: dok. instagram Ministry of Defense of Qatar
zoom-in-whitePerbesar
Penandatangan MoU Industri Pertahanan Badr Project antara Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan di Doha, Rabu (21/10). Foto: dok. instagram Ministry of Defense of Qatar

Indonesia menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama industri pertahanan dengan Qatar, Turki, dan Pakistan melalui inisiatif bernama Badr Project di Doha, Qatar, Rabu (21/10).

Wakil Menteri Pertahanan RI Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari, mewakili Indonesia dalam penandatanganan tersebut. Pengusaha industri pertahanan Indonesia, Norman Jusuf, juga terlihat.

Wamenhan RI Yusuf Jauhari (kanan) hadiri penandatanganan Badr Badr Project di Doha, Qatar, 21/10/2026. Foto: IG/Kemenhan Turki

Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Pertahanan Nasional Turki Yaşar Güler, Kepala Presidensi Industri Pertahanan Turki Haluk Görgün, serta Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif.

Yusuf mengapresiasi Qatar yang telah mempertemukan keempat negara dalam kerja sama ini.

“MoU ini merupakan wujud tekan bersama membangun kemitraan strategis yang berlandaskan rasa saling percaya, kesetaraan, timbal balik, dan kepentingan bersama,” demikian pernyataan Yusuf dalam keterangan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang diterima kumparan pada Kamis (22/10).

Penandatangan MoU Industri Pertahanan Badr Project antara Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan di Doha, Rabu (21/10). Foto: dok. instagram Ministry of Defense of Qatar

Kerja sama Badr Project mencakup tiga bidang utama, yakni riset dan pengembangan teknologi, kolaborasi industri dan manufaktur, serta pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kesepakatan ini, keempat negara akan menjajaki peluang alih teknologi, investasi, dan produksi bersama sistem pertahanan. Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional, termasuk dalam pembiayaan, rekayasa teknik, pengembangan SDM, dan kedaulatan rantai pasok global.

Yusuf menegaskan, pelaksanaan kerja sama harus tetap menghormati kedaulatan, prioritas nasional, serta hukum dan peraturan yang berlaku di setiap negara.

Sebagai tindak lanjut, keempat negara akan menggelar pertemuan industri pertahanan secara berkala. Setelah tiga bulan pertama, mereka juga akan menjajaki kemungkinan memperluas kerja sama pertahanan dengan negara sahabat lainnya.

Pernyataan Qatar

Terpisah, Kemenhan Qatar dalam pernyataan tertulis menyatakan, "Memorandum ini memiliki arti ekonomi yang besar bagi negara-negara yang menandatangani, karena akan memanfaatkan kemampuan masing-masing negara di bidang manufaktur pertahanan, mencapai kerja sama dan integrasi serta mengembangkan kemampuan industri pertahanan, yang akan memenuhi kebutuhan negara-negara yang bersifat persahabatan dan sekutu."