Intelijen Rusia: Penyelidikan Kasus Pemberontakan Bos Wagner Group Ditutup

Penyelidikan pidana terhadap organisasi tentara bayaran Rusia, Wagner Group, atas tuduhan mengorganisir pemberontakan bersenjata untuk melengserkan petinggi militer resmi ditutup.
Dikutip dari AFP, hal tersebut dikonfirmasi oleh Dinas Keamanan Federal Federasi Rusia (FSB) dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (27/6).
Ini merupakan laporan terbaru atas perkembangan kasus Wagner Group. Sebelumnya disebutkan bahwa bos perusahaan swasta itu, Yevgeny Prigozhin, akan tetap diselidiki oleh Kejaksaan Agung Rusia meski dia telah setuju untuk diasingkan ke Belarusia.
"Kasus kriminal yang dibuka terkait pemberontakan bersenjata oleh perusahaan militer swasta Wagner telah ditutup," bunyi pernyataan FSB.
Dalam pernyataan itu pula, FSB menjelaskan pengambilan keputusan ini berkaitan dengan respons kooperatif para pemberontak Wagner yang langsung menghentikan aksi mereka guna mencegah terjadinya lebih banyak pertumpahan darah.
"Mempertimbangkan hal ini dan keadaan lain yang relevan dengan penyelidikan, otoritas investigasi mengeluarkan keputusan untuk menghentikan kasus kriminal," sambung mereka.
Beda dengan Laporan Awal
Sehari sebelumnya, pada Senin (26/6) seorang sumber di Kejaksaan Agung Rusia mengatakan penyelidikan terhadap Prigozhin masih tetap berlanjut.
"Kasus kriminal terhadap Prigozhin belum ditutup. Penyelidikan masih terus berlanjut," ujarnya.
Berjalannya penyelidikan ini juga terkonfirmasi kebenarannya dalam pernyataan di situs web resmi Kremlin di hari yang sama.
"Jaksa Agung Igor Krasnov melapor kepada Vladimir Putin mengenai pembukaan kasus kriminal sehubungan dengan upaya memimpin pemberontakan bersenjata, serta keabsahan untuk memulai kasus tersebut," bunyi pernyataan Kremlin.
Pada 23 Juni 2023 tim penyelidik FSB telah membuka kasus penyelidikan pidana terhadap Prigozhin berdasarkan Pasal 279 KUHP atas tuduhan mengorganisir pemberontakan bersenjata.
Di Rusia, jika terbukti bersalah melakukan kejahatan semacam ini maka terdakwa dapat dijatuhi hukuman selama 12 hingga 20 tahun.
Namun, dalam sebuah pidato Presiden Vladimir Putin memberikan keringanan kepada para tentara Wagner yang terlibat dalam pemberontakan.
Mereka diberi pilihan oleh Putin: antara mereka beralih ke tentara nasional Rusia dengan menandatangani kesepakatan di bawah naungan Kementerian Pertahanan Rusia; kembali ke keluarga mereka masing-masing; atau bersedia pindah ke Belarusia layaknya Prigozhin.
"Hari ini Anda memiliki kemungkinan untuk terus melayani Rusia dengan menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan atau lembaga penegak hukum lainnya, atau kembali ke keluarga dan orang-orang terdekat Anda. Siapa pun yang ingin bisa pergi ke Belarus," jelas Putin.
