Istana: Indonesia Kutuk Aksi Pembantaian Etnis Rohingya di Rakhine

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Pengungsi Rohingya. (Foto: Dok. Burma Human Rights Network)
zoom-in-whitePerbesar
Pengungsi Rohingya. (Foto: Dok. Burma Human Rights Network)

Pemerintah Indonesia mengutuk dan mengecam aksi pembantaian terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk bersikap karena krisis kemanusiaan ini sudah menjadi perhatian dunia.

"Kami benar-benar mengutuk dan menyesalkan kejadian itu. Presiden telah menyampaikan sikapnya maka dengan demikian pemerintah Myanmar harus memberi perhatian khusus hal itu karena sudah menjadi perhatian dunia internasional," ujar Pramono di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9).

Pramono menegaskan Myanmar harus segera menangani dan bertanggungjawab atas para pengungsi etnis Rohingya.

"Persoalan Rohingya kan bukan pertama kali tapi sering. Maka bagi yang mengungsi harus segera ditangani dan korban diinvestigasi. Pelaku juga," tuturnya.

Indonesia, kata dia, sudah melakukan sejumlah langkah untuk menghentikan krisis kemanusiaan ini. Salah satunya berkoordinasi dengan Sekjen PBB dan utusan khusus untuk Rohingya Kofi Anan.

Pramono Anung. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pramono Anung. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Pramono mengatakan Indonesia juga berupaya untuk membawa masalah ini untuk dibahas secara khusus di tingkat Asean. "Rohingya ini kan sudah menjadi domain PBB. ASEAN dan juga Indonesia. Maka Indonesia akan mempelopori sikap Asean agar benar-benar didengar," katanya.

Pramono menegaskan aksi yang saat ini terjadi sudah di luar batas kemanuiaan dan pemerintah di mana pun di dunia akan mengutuk aksi itu.

"Siapapun pemerintah di dunia ini akan memberikan atensi dan mengutuk itu," ujarnya.