Jokowi Jawab Tudingan Roy Suryo soal Tulisan 'Tesis' di Skripsinya

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkap pernyataan Roy Suryo yang dipersoalkannya terkait tuduhan ijazah palsu. Salah satunya mengenai klaim adanya kejanggalan pada halaman pengesahan skripsi Jokowi.
Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan keterangan sebagai saksi pelapor dalam sidang lanjutan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan dr. Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11).
Dalam persidangan, jaksa penuntut umum memutar sejumlah video yang memuat pernyataan Roy Suryo. Salah satunya merupakan video yang diunggah akun YouTube Official iNews pada 22 April 2025 dengan judul “Eksklusif, Roy Suryo Tunjukkan Kejanggalan Skripsi Jokowi, Rakyat Bersuara 22/04”.
Jokowi kemudian menunjuk pernyataan Roy Suryo pada menit ke-5 hingga menit 5.38 yang membahas halaman pengesahan atau halaman pengujian skripsinya.
Dalam video tersebut, Roy Suryo menyoroti penggunaan istilah tesis dalam bagian yang ditampilkan.
Menanggapi pernyataan itu, Jokowi membantah adanya tulisan tesis dalam skripsi miliknya. Ia mengatakan, dokumen yang dimilikinya secara konsisten menggunakan istilah skripsi, termasuk pada lembar pengesahan.
“Padahal setelah saya cek terhadap skripsi yang ada, yang saya miliki, tidak ada kata-kata itu yang namanya tesis, nggak ada. Tulisan di skripsi saya juga skripsi. Di lembar pengesahan juga skripsi, nggak ada tulisan tesis,” ujar Jokowi di persidangan.
Jokowi juga mempersoalkan kesimpulan mengenai keaslian ijazah yang disampaikan pihak-pihak yang menudingnya. Menurut dia, kesimpulan tersebut tidak semestinya dibuat sebelum melihat dokumen ijazah asli.
“Wong melihat ijazah aslinya aja belum pernah kok sudah bisa menyimpulkan ijazah palsu gimana. Saya itu kadang-kadang nggak ngerti logika berpikirnya seperti apa,” kata Jokowi.
Dalam sidang itu, Jokowi memperlihatkan dokumen-dokumen yang disebut ijazahnya.
