Kabur Usai Tikam Korban 4 Kali, Pria di Denpasar Ditangkap Polisi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku penusukan di Denpasar ditangkap oleh Polsek Denpasar Timur, Rabu (4/11/2026). Foto: Dok. Polresta Denpasar
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku penusukan di Denpasar ditangkap oleh Polsek Denpasar Timur, Rabu (4/11/2026). Foto: Dok. Polresta Denpasar

Seorang pria berinisial AP (34) ditangkap polisi di kawasan Pelabuhan Padangbai, Karangasem, pada Selasa (3/11) pukul 08.00 WITA. AP merupakan terduga pelaku penusukan KOPS (31) di sebuah rumah di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, pada Kamis (29/10) sekitar pukul 01.30 WITA.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. I Wayan Winaya mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah ibu korban berinisial NKS (67) melaporkan kejadian itu. NKS terbangun karena mendengar keributan dan mendapati anaknya sedang berkelahi dengan seorang pria yang membawa pisau. Saat berusaha melerai, NKS justru didorong dan diancam oleh pelaku.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan telepon genggam yang tertinggal di lokasi kejadian. Dari petunjuk tersebut, polisi mengidentifikasi terduga pelaku sebagai AP dan menangkapnya di Pelabuhan Padangbai.

"Dari HP tersebut, terduga pelaku teridentifikasi berinisial AP. Setelah serangkaian penyelidikan, pada Selasa (3/11), terduga pelaku berhasil diamankan di Pelabuhan Padang Bai," kata Winaya dalam keterangan yang diterima pada Rabu (4/11).

Berdasarkan pemeriksaan awal, AP mengaku sempat cekcok dengan istrinya di kawasan Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, pada Rabu (28/10) malam. Setelah itu, ia pergi menggunakan sepeda motor menuju rumah kontrakan korban. AP diketahui pernah mengontrak rumah milik korban dan mengaku hendak mengecek sumur di lokasi tersebut.

AP tiba sekitar pukul 00.30 WITA. Ia kemudian melihat pintu rumah dan kamar korban tidak tertutup. Saat berada di ruang tamu, AP sempat menerima telepon dari istrinya sebelum masuk ke kamar korban. Korban terbangun dan berteriak.

"Karena pelaku panik, sehingga muncul niat untuk melakukan penganiayaan tersebut dengan cara menusuk menggunakan pisau sebanyak 4 kali yang mengenai bagian dada dari korban," terang Winaya.

Korban sempat melawan dengan mencakar dahi pelaku dan menendang rusuk kirinya hingga AP terjatuh dan pisaunya terlepas. Ibu korban yang berusaha melerai juga didorong dan diancam oleh pelaku.

Setelah itu, AP meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Ia mengaku sempat melihat korban bersimbah darah sebelum pergi.

"Pelaku langsung pergi meninggalkan rumah dengan sepeda motor yang ditinggalkan di pinggir jalan tanah kosong di sekitar rumah," ucapnya.

Saat ini, kondisi korban dilaporkan membaik. Namun, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit. Polisi masih mendalami kasus tersebut.