Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Sabtu (24/10/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Sabtu (24/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Upaya penyelundupan 1,16 ton ketamin yang digagalkan aparat di perairan Sumatera Utara menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba bagi generasi muda kini datang dari luar negeri. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang diungkap Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) itu dalam sambutan pada puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Sabtu (24/10).

“Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin, namanya kapal MT Global 168 di Belawan,” ujar Dasco.

Tim gabungan Polri, BNN, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencegat kapal tersebut di perairan Tanjungbalai Asahan, lalu membawanya ke Pelabuhan Belawan. Petugas menyita 58 karung berisi 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dan mengamankan delapan awak kapal yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan.

Menurut data Polri, kapal berbendera Mongolia itu berangkat dari Pasir Gudang, Johor, Malaysia, dan terdaftar atas nama perusahaan asal Malaysia, Makmur Marine Petroleum, yang beralamat di Suite S11 dan S12, Lantai 5, Menara TJB, Johor Bahru. Penyidik masih menelusuri jaringan di balik pengiriman tersebut.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto ungkap keberhasilan operasi gabungan dalam menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin melalui pencegatan kapal tanker MT Global 168 di perairan Sumatera Utara, Medan, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Polri

Bagi Dasco, jejak itu memperlihatkan bahwa peredaran narkoba yang mengincar anak-anak bangsa bergerak melintasi batas negara. Ia menilai penindakan tim gabungan telah menyelamatkan jutaan anak Indonesia dari bahaya narkoba.

“Kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat dapat merusak anak-anak negeri,” tegas Dasco.

Di hadapan para pelaku ekonomi kreatif, Dasco mengaitkan bahaya narkoba dengan kreativitas, bekal utama anak muda untuk berkarya bagi bangsa.

“Kalau sudah kena narkoba ini, kreativitasnya jadi sangat-sangat berkurang,” tuturnya.