Karantina Rasa Liburan, Saudi Inapkan Ribuan Suspect Corona di Hotel Mewah

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hotel berbintang di Riyadh yang digunakan Arab Saudi untuk tempat karantina virus corona. Foto: Taghreed Al-Tassan / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Hotel berbintang di Riyadh yang digunakan Arab Saudi untuk tempat karantina virus corona. Foto: Taghreed Al-Tassan / AFP

Karantina para suspect corona bisa jadi akan sangat membosankan. Pasalnya, setidaknya selama dua minggu mereka harus berdiam di kamar. Tapi tidak bagi yang dikarantina di Arab Saudi. Mereka justru mendapatkan fasilitas mewah di hotel berbintang.

Diberitakan AFP, Senin (13/4), Arab Saudi menempatkan ribuan orang yang dikarantina karena suspect corona, melakukan kontak dengan penderita corona, atau warganya yang baru pulang dari negara lain di hotel-hotel mewah di seluruh negeri.

Saudi mengeluarkan uang hingga senilai puluhan miliar rupiah untuk menyewa kamar-kamar hotel tersebut.

Hotel berbintang di Riyadh yang digunakan Arab Saudi untuk tempat karantina virus corona. Foto: Taghreed Al-Tassan / AFP

Salah satunya adalah hotel bintang 4 di Riyadh yang disewa Saudi untuk karantina hingga 4 juta riyal atau Rp 16 miliar. Akibat corona, 100 kamar di hotel itu hanya diisi lima orang pada pertengahan Maret.

Penggunaan karantina oleh Saudi jelas adalah kesempatan emas bagi hotel tersebut. Hotel lainnya bahkan dibayar hingga 6 juta riyal, lebih dari Rp 25 miliar, untuk menyediakan kamar-kamar bagi suspect corona.

"Ini lebih baik dari pada hotel kosong. Padahal sebelumnya staf siap dirumahkan, dengan gaji dipotong 50 persen atau tanpa digaji," kata seorang staf hotel kepada AFP.

Kementerian Pariwisata Saudi mengklaim pada akhir Maret telah menyewa 1.900 kamar hotel di Riyadh, 2.000 kamar di Makkah, dan 1.900 lainnya di wilayah timur negara itu untuk karantina suspect corona.

Ilustrasi Hotel berbintang di Makkah. Foto: FETHI BELAID / AFP

Pekan ini, Saudi menambah lagi 11 ribu kamar hotel untuk karantina warga mereka yang akan dipulangkan dari berbagai negara.

Tidak hanya kamar biasa, tapi juga kamar VIP bahkan suite telah disewa Saudi untuk karantina. Bukan hanya warga Saudi, tapi juga berbagai pendatang dari negara lain yang ikut diinapkan di hotel.

Bagi peserta karantina, tinggal di hotel adalah kesenangan tersendiri. Mereka bisa tinggal gratis selama 2 minggu lebih dengan seluruh fasilitas yang ada. Salah satunya yang merasa girang adalah pelatih sepakbola Saudi Abdulhakeem al-Tuwaijri.

Tuwaijiri dan seluruh tim sepakbolanya dikarantina di hotel mewah di Makkah setelah pulang dari latihan di Barcelona. Menurut Tuwaijiri, layanan di hotel karantina tersebut "mengalahkan semua hotel bintang lima di Eropa".

Dia beruntung dapat kamar suite nan mewah. Menurutnya, karantina kali itu seperti "pergi berlibur".

Makanan untuk peserta karantina corona di hotel berbintang kota Riyadh. Foto: Taghreed Al-Tassan / AFP

Saudi tetap rela merogoh kocek dalam-dalam demi mencegah penyebaran corona. Padahal, tahun ini pendapatan negara itu diprediksi anjlok akibat turunnya harga minyak atau potensi hilangnya pemasukan dari sektor haji yang kemungkinan dibatalkan.

Selain mencegah corona, pengamat mengatakan, dengan cara ini Saudi tidak hanya mencegah virus corona tapi juga menyelamatkan hotel-hotel di saat tingkat okupansi hampir nol karena wabah.

"Arab Saudi bukan juara dalam hal hak asasi, tapi mereka memanjakan warga dengan karantina di hotel. Dengan cara ini, sekali tepuk dua lalat mati -- mereka mencoba menyelamatkan hotel dan industri pariwisata," kata Quentin de Pimodan, peneliti dari lembaga Research Institute for European and American Studies.

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!