Kebakaran di Gunung Lawu Hanguskan 230 Hektare, Pemadaman Masih Dilakukan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu meluas. Luas lahan mencapai 230 hektare dengan titik api sebanyak 36 titik.
Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan per Selasa (20/10) tercatat ada 36 titik api. Padahal hari sebelumnya hanya ada 10 titik api.
"Sore atau malam kemarin ada 10 (titik api). Hari ini berdasarkan data SiPongi ada 36 titik," ujar Bergas saat dihubungi, Selasa (20/10).
Ia menjelaskan, titik api dan luasan hutan yang terbakar terus bertambah karena hembusan angin yang kencang di Gunung Lawu. Kondisi ini membuat api juga sulit dipadamkan.
"Saat ini luasan terbakar dan bekas terbakar 230 hektare. Ini termasuk yang masih menyala," jelas dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Sugiharjo menambahkan, berdasarkan pantauan pada Senin (19/10) pukul 21.00 WIB api bergerak naik ke atas menuju Hargo Dumilah. Hargo Dumilah adalah nama puncak tertinggi dari Gunung Lawu
"Titik api bergerak naik ke atas (cakra surya di bawah Hargo Dumilah) informasi dari Basarnas drone thermal sore tadi," kata Sugiharjo.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar telah menetapkan status tanggap darurat untuk karhutla di lereng Gunung Lawu pada Sabtu (17/10/2026).
