Kelompok Ekstrem Serang Burkina Faso, 14 Orang Tewas

Sedikitnya 14 orang tewas dalam dua serangan terpisah dari kelompok ekstremis di Burkina Faso pada Selasa (22/11). Korban jiwa termasuk sipil bersenjata dan aparat keamanan.
Serangan pertama terjadi di desa Safi. Kelompok ekstremis bersenjata tersebut melancarkan serangan yang akhirnya menewaskan delapan korban.
Korban jiwa seluruhnya merupakan anggota Relawan untuk Pertahanan Tanah Air (VDP). Kelompok sipil bersenjata itu dikerahkan membantu tentara nasional pada 2019 lalu.
Sedangkan di serangan kedua, tercatat enam warga sipil tewas di kota Markoye, bagian utara Burkina Faso. Dua serangan terpisah ini menambah panjang daftar ribuan nyawa yang tewas akibat kelompok ekstremis.
Salah satu negara termiskin di dunia ini telah bergulat melawan pemberontakan kelompok ekstremis yang dimulai dari Mali pada 2015 lalu.
Para kelompok ekstremis di Burkina Faso diperkirakan masih berkaitan dengan kelompok Al-Qaeda dan ISIS. Kondisi inilah yang menyebabkan warga negara Burkina Faso memutuskan untuk meninggalkan negara tersebut.
Tidak hanya pemberontakan kelompok ekstremis, Burkina Faso juga dihadapkan dengan krisis politik. Presiden Sementara Paul-Henri Sandaogo Damiba dikudeta pada 30 September lalu karena dinilai gagal menangani kelompok ekstremis sesuai dengan janjinya ketika terpilih.
Kini, kekuasaan tertinggi dipegang oleh Kapten Ibrahim Traore untuk sementara waktu sampai pemerintahan sipil terbentuk.
