Kisah Nelayan Berjibaku Evakuasi Penumpang KMP Batumandi yang Terbakar

Sebelum Tim SAR tiba, sejumlah nelayan di perairan Merak sempat berjibaku mengevakuasi penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar.
Kapal tersebut terbakar di perairan Pulau Merak Besar ketika hendak sandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon pada Selasa (20/10) sekitar pukul 16.15 WIB.
Para nelayan dari pesisir Merak ini secara sukarela membantu para penumpang yang tengah panik dan berloncatan ke laut saat api dan asap tebal muncul di kapal. Total kapal tersebut membawa 420 penumpang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Para nelayan bahu-membahu mengangkut penumpang. Mereka juga menarik sekoci berisi penumpang menggunakan perahu pribadinya, yang sehari-hari digunakan untuk mencari ikan.
Apresiasi dari Gubernur
Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi sikap mulia nelayan di sekitar Pelabuhan Merak.
Andra mengatakan apa yang dilakukan nelayan merupakan wujud nyata kesetiakawanan sosial masyarakat Banten.
"Saya mengapresiasi reaksi spontan masyarakat dan para nelayan yang secara sukarela membantu evakuasi. Terima kasih kepada warga sekitar Merak yang telah membantu saudara-saudara kita," kata Andra.
Sementara itu, Dian Samudera Prabowo (32), salah seorang penumpang mengaku sempat panik saat berada di atas kapal tengah terbakar. Apalagi ia berada di atas kapal bersama istri dan anaknya.
Dian mengungkapkan awalnya terdengar suara alarm, tanpa ada imbauan apa pun. Mendengar suara alarm dan melihat asap seluruh penumpang kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan mencari pelampung.
Para penumpang saling membantu saat berusaha turun dari kapal. Perahu-perahu nelayan kemudian merapat untuk membantu proses evakuasi.
"Penumpang akhirnya menyelamatkan diri sendiri dan mencari pelampung. Alhamdulillah, kapal-kapal kecil dari warga sekitar Merak membantu evakuasi," ujar Dian.
Dian bersama istri dan anaknya berhasil selamat. Namun, kendaraan roda empat yang digunakannya masih berada di dalam kapal.
Seluruh penumpang kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Sebanyak 16 orang menjalani penanganan medis. Sebanyak 11 orang di antaranya dibawa ke Puskesmas Pulomerak dan lima orang lainnya dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika.
