Koalisi Saudi Cegat 10 Rudal Houthi, Ledakan Terdengar di Riyadh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, memberi isyarat saat konferensi pers di ibu kota Saudi, Riyadh (16/9/2019). Foto:  Fayez Nureldine/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, memberi isyarat saat konferensi pers di ibu kota Saudi, Riyadh (16/9/2019). Foto: Fayez Nureldine/AFP

Koalisi Arab Saudi mengeklaim telah mencegat 10 rudal balistik yang ditembakkan ke wilayah selatan kerajaan pada Minggu (25/10). Dilansir AFP, pada hari yang sama, ledakan terdengar di Ibu Kota Riyadh, di tengah rencana pembukaan kembali bandara internasional yang sebelumnya ditutup selama dua pekan akibat serangan Houthi.

Juru bicara koalisi Saudi Mayjen Turki Al-Maliki menyampaikan informasi pencegatan 10 rudal tersebut melalui unggahan di X.

“Pencegatan dan penghancuran 10 rudal balistik yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris ke arah wilayah selatan,” tulis Al-Maliki.

Sebelumnya, seorang jurnalis AFP di Riyadh mendengar tiga ledakan pada Minggu dini hari. Warga juga menerima peringatan mengenai ancaman serangan udara yang meminta mereka berlindung di tempat aman.

Koalisi Saudi menyatakan pertahanan udaranya turut mencegat satu rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh dan dua drone di wilayah ibu kota. Pada Minggu pagi, koalisi juga mengumumkan pencegatan satu rudal jelajah yang ditembakkan ke Khamis Mushait, kota di wilayah selatan Arab Saudi.

Peringatan ancaman serangan turut dikeluarkan untuk Kota Abha dan wilayah Namas. Seorang warga Khamis Mushait mengatakan kepada AFP bahwa serangan berlangsung intens sejak pagi.

“Pemboman sangat berat sejak pagi ini, semoga Tuhan menjaga kami tetap aman. Semuanya bergetar akibat ledakan,” kata warga tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Bandara Riyadh Terancam

Rangkaian serangan terjadi ketika Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dijadwalkan kembali melayani penerbangan pada Minggu, setelah ditutup selama dua pekan menyusul serangan Houthi. Namun, belum jelas sejauh mana operasional bandara dapat kembali normal.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree sebelumnya memperingatkan maskapai internasional, regional, dan domestik agar tidak menggunakan bandara tersebut. Ia menyebut fasilitas itu tidak aman dan menjadi target militer kelompoknya.

“Angkatan Bersenjata Yaman memperingatkan seluruh maskapai internasional, regional, dan lokal, serta staf dan pelancong, agar tidak menggunakan Bandara King Khalid di Riyadh karena tidak aman dan menjadi target militer pasukan kami,” kata Saree.

Ia juga menyatakan pemerintah Saudi akan menanggung konsekuensi dari setiap operasi di bandara tersebut.

Menurut laporan AFP, serangan Houthi ke bandara itu sepanjang bulan ini menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Serangan tersebut disebut sebagai yang paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade.