Kompolnas Desak Bareskrim Usut Oknum Brimob dan Kades Perkosa Remaja di Sulteng

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti. Foto: Fanny Octavianus/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti. Foto: Fanny Octavianus/ANTARA

Kompolnas menanggapi kasus pemerkosaan yang menimpa gadis 15 tahun di Sulteng. Gadis malang itu diperkosa oleh 10 orang. Dua di antaranya merupakan oknum kades dan oknum Brimob.

Anggota Kompolnas, Poengky Indarti mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Polda Sulawesi Tengah terkait kasus ini.

"Termasuk ada dugaan keterlibatan anggota Brimob seperti yang disampaikan korban dan keluarga korban," kata Poengky kepada wartawan, Selasa (30/5).

kumparan post embed

Poengky menjelaskan, terkait dugaan keterlibatan anggota Brimob, Polres Parimo masih melakukan pendalaman.

"Kita tunggu hasilnya. Kami mendorong agar pengusutan kasus tersebut dilaksanakan secara profesional didukung scientific crime investigation," ucap dia.

Lebih jauh, terkait tindak pidana yang dilakukan apakah pemerkosaan atau ada tindak pidana lainnya, termasuk dugaan korban menjadi korban prostitusi anak juga masih terus didalami.

"Sehingga pasal-pasal yang diterapkan menjadi berlapis, dugaan para pelakunya menjadi lebih luas, dan ancaman hukumannya menjadi lebih berat," kata Poengky.

"Kami berharap ada supervisi dari Polda Sulteng dan Bareskrim dalam menangani tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak ini," tutup dia.

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: Antonio Guillem/Shutterstock

Diperkosa saat Jadi Relawan Bencana

Berdasarkan informasi dihimpun, gadis 15 tahun ini diperkosa saat menjadi relawan bencana alam banjir di Desa Torue, Kecamatan Torue, Parimo pada April 2022.Aksi pemerkosaan itu terus berlanjut hingga Januari 2023.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan, dari 10 terduga pelaku, lima sudah ditangkap. Di antaranya, oknum kades itu.

"Ada 5 sudah kami amankan dan tetapkan tersangka. Salah satunya kepala desa itu," kata Djoko Wienartono.

Ke-5 pelaku yang diamankan, berinisial MT, AR, ARH, AK, dan HR. Sedangkan, lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran kepolisian.

"Lima pelaku belum diamankan. Mudah-mudahan cepat tertangkap," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi terkait oknum Brimob yang juga menjadi salah seorang pelaku, Djoko tak menampik hal tersebut. Tetapi, dia masih enggan berspekulasi lebih jauh.