Kostrad dan Marinir Bantu Distribusi Sembako 'Bantuan Presiden RI'

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota karang taruna dilibatkan dalam menyiapkan sembako di gudang logistik di Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Anggota karang taruna dilibatkan dalam menyiapkan sembako di gudang logistik di Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemensos

Kementerian Sosial mempercepat penyaluran bantuan sembako bagi warga terdampak COVID-19 di wilayah ibu kota, dengan melibatkan TNI dan Karang Taruna. Mereka terlibat dalam menyiapkan hingga distribusi paket sembako itu.

Dalam rilis Kemensos, Jumat (1/5), sebanyak 30 personel TNI dari Kostrad dan Marinir dikerahkan untuk membantu proses loading paket sembako 'Bantuan Presiden RI' itu di salah satu gudang logistik di kawasan Jakarta Timur.

"Sesuai dengan arahan Presiden, Bapak Joko Widodo, kita sebagai warga negara, bahu membahu dan gotong royong, khususnya untuk mempercepat penanganan wabah COVID-19 ini," kata Komandan Pleton (Danton) dari satuan Yonbekang Kostrad, Letnan Satu (Lettu) CBA Riko Budi Effendi.

Anggota TNI dilibatkan dalam menyiapkan sembako di gudang logistik di Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemensos

Kita dari TNI dikerahkan, itu maksudnya untuk mempercepat pendistribusian logistik kepada masyarakat yang terkena dampak wabah COVID-19 tersebut," imbuhnya.

Riko mengaku TNI juga mengerahkan tim distribusi yang bertugas menyalurkan bansos sembako presiden langsung ke kelurahan, RT/RW hingga sampai kepada warga penerima.

"Bantuan yang datang di sana nanti sudah dijemput atau ditunggu oleh penduduk setempat," katanya.

Anggota TNI dilibatkan dalam menyiapkan sembako di gudang logistik di Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemensos

Warga Kemayoran Terima Sembako

Di antara warga yang menerima sembako itu adalah warga RW 02 Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/4). Penyaluran sembako dibantu oleh Karang Taruna setempat, setelah sembako diturunkan satu persatu secara estafet dari truk milik PT. Pos Indonesia untuk kemudian disalurkan ke alamat penerima.

"Kami mewakili masyarakat RW 02 Kelurahan Serdang, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan Presiden yang diberikan kepada warga kami, yang mana bantuan Presiden untuk kali ini, untuk wilayah RW 02, lumayan banyak jumlahnya sekitar 463 paket, mudah-mudahan ini nanti bisa tersalurkan semuanya," ucap Ketua RW 02, Serdang, Muflikhun.

Menyiapkan sembako di gudang logistik di Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemensos

Salah seorang penerima sembako dari RT 16, Fatimah, mengisahkan lesunya perekonomian keluarganya akibat dilarang menggelar lapak dagangan yang menjadi sumber utama pemasukannya sejak wabah COVID-19 merebak secara cepat.

"Saya dagang pakaian yang digelar di (pinggir) jalan gitu, cuma 'kan lagi PSBB gini 'kan ngga boleh, pada dilarang. Jadi kalau misalkan buka, baru berapa jam sudah suruh tutup lagi, jadi ya libur sudah hampir sebulan, enggak bisa dagang, jadi penghasilannya 'kan kurang gitu, enggak ada pemasukan," ungkapnya.

Anggota karang taruna dilibatkan dalam menyiapkan sembako di gudang logistik di Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemensos

Dengan adanya paket sembako, Fatimah merasa terbantu sebab bantuan tersebut mampu mengurangi beban hidup yang ditanggungnya.

"Alhamdulillah, terima kasih Bapak Presiden, bisa ngurangin beban hidup (keluarga) saya. Misalkan aturan beli beras, jadi kan hari ini enggak beli beras gitu untuk seminggu ke depan kali bisa enggak beli beras, ya kita pakai bantuan itu dulu gitu," ucapnya.

Pemberian bansos sembako ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat yang terdampak wabah COVID-19. Program ini terdiri atas bansos sembako Jakarta dengan total anggaran Rp 2,3 triliun untuk 1,3 juta KK dengan nominal Rp 600 ribu per KK per bulan.

Anggota karang taruna dilibatkan dalam menyiapkan sembako di gudang logistik di Jakarta Timur. Foto: Dok. Kemensos

Kemudian bantuan sosial khusus Bodetabek masing-masing Rp 600 ribu untuk 600 ribu KK dengan total anggaran Rp 1,08 triliun.

Agar bansos sembako tepat sasaran, Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengimbau aparat setempat berperan aktif mengawal penyaluran bantuan sembako.

"Pak RT dan Pak RW yang paling tahu bagaimana kondisi warganya. Oleh karena itu, pelibatan RT/RW, kelurahan, kecamatan hingga pemerintah provinsi wajib dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran," ucap Juliari.

"Jika masyarakat menemukan permasalahan bantuan sosial dari Kemensos yang salah sasaran, terjadi penyelewengan, atau pungutan liar, mereka bisa langsung adukan ke Nomor Hotline Bantuan Sosial Kemensos di 0811 1022 210. Atau bisa juga melalui email di bansoscovid19@kemsos.go.id. Hotline ini bukan hotline untuk pendaftaran penerima bantuan sosial ya," pungkasnya.

--------------------------

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.