Menkes Ungkap Target Prabowo Tingkatkan Usia Harapan Hidup Penduduk RI jadi 76 Tahun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers 2 Tahun Pemerintahan Bidang Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).  Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers 2 Tahun Pemerintahan Bidang Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menargetkan peningkatan rata-rata usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun.

Untuk mencapai target tersebut, Budi menilai strategi kesehatan nasional harus lebih mengutamakan pencegahan penyakit daripada pengobatan.

Menurut Budi, pendekatan yang terlalu berfokus pada pengobatan orang sakit akan membebani keuangan negara. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kesehatan masyarakat agar warga tetap sehat dan tidak bergantung pada layanan rumah sakit.

“Saya ditargetin sama Bapak Presiden menaikkan rata-rata usia hidup masyarakat Indonesia dari 72 (tahun) ke 76 (tahun),” kata Budi saat menghadiri Kongres Nasional XVI Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10).

Petugas medis mengecek ketebalan katarak pada mata pasien sebelum dilakukan operasi katarak di Rumah Sakit Mata Provinsi NTB di Mataram, NTB, Jumat (19/1/2024). Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Indonesia Harus Cegah Sakit, Bukan Hanya Obati

Budi mencontohkan sejumlah negara yang memiliki rata-rata usia harapan hidup lebih tinggi dengan belanja kesehatan relatif lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat.

Jepang, misalnya, memiliki rata-rata usia hidup 84 tahun dengan belanja kesehatan sekitar USD 5.500 per orang per tahun. Sementara itu, Amerika Serikat memiliki rata-rata usia hidup 79 tahun dengan belanja kesehatan USD 11.900 per orang per tahun.

“Kenapa Jepang lebih hemat daripada Amerika, usia lebih panjang? Karena strateginya di Jepang adalah menjaga masyarakatnya sehat, bukan mengobati saat sakit, Bapak, Ibu. Singapura menjaga masyarakatnya sehat, bukan hanya mengobati saat sakit,” ujar Budi.

Ia menilai Indonesia tidak akan mampu membiayai kebutuhan layanan kesehatan jika strategi yang digunakan terus berpusat pada pengobatan. Terlebih, biaya rumah sakit, alat kesehatan, obat-obatan, hingga layanan dokter spesialis membutuhkan anggaran besar.

“Kalau pendekatannya program kesehatan Kemenkes seperti yang lalu, enggak akan kuat kita membiayai layanan kesehatan Indonesia,” katanya.

Budi menegaskan peran kesehatan masyarakat harus diperkuat dalam sistem kesehatan nasional. Ia bahkan menilai bidang kesehatan masyarakat perlu mendapat posisi setara dengan kedokteran karena pencegahan penyakit menjadi kunci untuk menjaga kesehatan penduduk sekaligus menekan pembiayaan kesehatan.

“Itu kenapa namanya Menteri Kesehatan, bukan Menteri Kesakitan, bukan Menteri Kesembuhan, bukan Menteri Kedokteran,” ucapnya.

Menteri Kesehatan, Budi Guna Sadikin mengikuti cek kesehatan di acara Cek Kesehatan Gratis bagi wartawan senior di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (26/10/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Cek Kesehatan Gratis Jadi Instrumen Pencegahan

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Budi menyebut pemerintah telah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program tersebut dinilai dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat lebih awal melalui pemeriksaan sejumlah indikator, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh (BMI).

“Pak Presiden Prabowo sudah meluncurkan program cek kesehatan gratis. Ini program yang sangat orientasinya kesehatan masyarakat,” kata Budi.

Ia menyebut jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan terus meningkat. Budi mengatakan, pada tahun lalu jumlahnya mencapai 70 juta orang, kemudian meningkat menjadi 111 juta pada bulan sebelumnya dan 130 juta pada bulan ini.

“Tahun lalu 70 juta, bulan lalu 111 juta, bulan ini 130 juta. Kita akan dapat tuh darah tekanan darahnya berapa, gula darahnya berapa, kolesterolnya berapa, BMI-nya berapa, semuanya datanya ada,” ujarnya.

Budi berharap tenaga kesehatan masyarakat dapat memanfaatkan data hasil pemeriksaan tersebut untuk memetakan risiko penyakit dan menentukan intervensi yang diperlukan.

Ia menargetkan sebelum masa jabatannya berakhir, sebanyak 50 persen penduduk Indonesia sudah menjalani skrining kesehatan.

“Saya kan ingin targetnya kalau bisa sebelum saya pensiun atau pindah, 50% dari populasi sudah di-screening,” tuturnya.

Targetkan Tekanan Darah, Gula, dan Kolesterol Terkendali

Budi juga menargetkan masyarakat yang terdeteksi memiliki tekanan darah, gula darah, atau kolesterol tinggi dapat memperoleh penanganan hingga kondisinya terkendali.

Menurutnya, pengendalian ketiga faktor risiko tersebut dapat membantu menekan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gangguan ginjal.

“Orang yang darah tinggi sekarang mulai kita kasih amlodipin setiap hari. Orang yang gula dikasih metformin setiap hari, yang kolesterol tinggi dikasih statin, kita ukur lagi. Akan sangat kaya data-datanya,” kata Budi.

Ia menjelaskan, pemerintah ingin menerapkan pendekatan triple 80. Skema ini menargetkan 80 persen masyarakat menjalani skrining, 80 persen orang yang terdeteksi memiliki kondisi kesehatan tidak baik mendapatkan pengobatan, dan 80 persen dari mereka yang diobati mencapai kondisi terkendali.

“Penelitian di banyak negara di dunia, kalau kita bisa triple 80 ya, 80% screening, 80% yang kemudian kondisinya tidak baik diobati, 80% diobati terkendali, itu bisa menurunkan 80% kematian dari cardiovascular diseases, stroke sama jantung sama ginjal,” ujarnya.

Budi berharap penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit dapat membantu meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia hingga mencapai target 76 tahun. Ia juga berharap semakin banyak warga Indonesia yang dapat hidup sehat hingga usia lanjut.