Motor Ojek Lansia Raib di RS Sardjito Yogya Bukan Kasus Pertama, Manajemen Pastikan Tidak Terlibat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

RSUP Dr Sardjito menyampaikan keprihatinan atas kasus yang menimpa ojek pengkolan bernama Setiyadi (63), yang diduga menjadi korban pencurian sepeda motor setelah mengantarkan seorang penumpang yang pura-pura ingin menjenguk istrinya ke RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, pada Selasa (27/10/2026).

"Kami memahami bahwa kejadian ini menimbulkan kerugian bagi korban. Kami berharap sepeda motor yang dibawa kabur dapat segera ditemukan dan kasus ini dapat ditangani oleh pihak kepolisian," kata Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

Banu menegaskan RSUP Dr Sardjito tidak terlibat dalam dugaan tindakan penipuan tersebut. Peristiwa ini, dijelaskan Banu, bukan bagian dari pelayanan maupun ada sangkut pautnya dengan rumah sakit.

Terduga pelaku menurut Banu sengaja memanfaatkan rasa iba dan menjadikan rumah sakit sebagai modus untuk menipu.

"Berdasarkan informasi mengenai modus yang diberitakan tersebut, pelaku diduga memanfaatkan rasa iba dan kepedulian masyarakat dengan mengaku sedang menunggu anggota keluarga yang sakit atau dirawat di RSUP Dr Sardjito. Pelaku kemudian meminta bantuan, antara lain dengan meminjam uang atau kendaraan. Dan sering kali menjanjikan imbalan hingga tiga kali lipat untuk meyakinkan calon korban. Modus semacam ini perlu diwaspadai," katanya.

Dugaannya, ojek pengkolan atau pangkalan yang sudah lanjut usia dijadikan sasaran oleh pelaku karena memiliki keterbatasan akses terhadap telepon seluler.

Masyarakat diimbau tetap menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dengan disertai kewaspadaan.

"Jangan mudah percaya terhadap permintaan pinjaman uang, kendaraan, atau barang berharga dari orang yang belum dikenal, terlebih jika disertai janji imbalan yang tidak wajar," katanya.

Terkait kasus yang menimpa Setiyadi, RSUP Dr Sardjito telah berkoordinasi dengan petugas keamanan serta pihak kepolisian.

"Upaya ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan seluruh mitra layanan, sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab rumah sakit," ujarnya.

Peristiwa Pencurian

Seorang tukang ojek pangkalan bernama Setiyadi (63) diduga menjadi korban pencurian sepeda motor di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, pada Selasa (27/10/2026). Peristiwa bermula ketika Setiyadi mengantarkan seorang penumpang laki-laki dari Tempel, Sleman, menuju rumah sakit tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.

Setibanya di parkiran rumah sakit pada pukul 15.20 WIB, penumpang tersebut meminta Setiyadi menunggu di masjid karena ia mengaku hendak menjenguk istrinya yang dirawat di lantai 5. Sekitar pukul 15.45 WIB, penumpang itu kembali dan meminjam sepeda motor Setiyadi dengan alasan ingin membeli jus jambu. Tanpa menaruh curiga, Setiyadi menyerahkan kunci motornya, tetapi penumpang tersebut tak kunjung kembali.

Akibat kejadian itu, Setiyadi kehilangan sepeda motor Honda Supra X 125 bernomor polisi AB 5083 FZ. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mlati untuk ditindaklanjuti.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, membenarkan bahwa kasus dugaan pencurian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi sedang mendalami kejadian untuk mengungkap pelaku dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai hasil penyelidikan.