Operasi SAR Ditutup, Beatrix Dive Master Jakarta Masih Hilang di Labuan Bajo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Veronica Beatrix Jessica merupakan seorang dive master atau ahli selam asal Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Veronica Beatrix Jessica merupakan seorang dive master atau ahli selam asal Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere resmi menutup operasi pencarian korban tenggelamnya KM Feronia di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Operasi tersebut ditutup pada hari kesepuluh.

Dalam operasi ini, Veronica Beatrix Jessica masih dinyatakan hilang. Ia merupakan dive master asal Jakarta.

SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan keputusan penutupan operasi diambil setelah Tim SAR Gabungan melakukan berbagai upaya pencarian selama sepuluh hari dan mengevaluasi hasil operasi.

“Berdasarkan hasil evaluasi terhadap seluruh upaya pencarian yang telah dilaksanakan, kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan KM Feronia maupun korban yang masih dinyatakan hilang. Setelah mempertimbangkan seluruh hasil operasi dan melakukan evaluasi bersama, Operasi SAR resmi kami tutup pada hari kesepuluh,” ujar Fathur Rahman.

Ia menegaskan, penutupan operasi SAR tidak berarti pencarian korban tidak dapat dilanjutkan. Jika di kemudian hari terdapat informasi atau tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali.

226 Personel SAR Gabungan Dikerahkan

Selama operasi berlangsung, sebanyak 226 personel SAR Gabungan, termasuk 27 penyelam, terlibat dalam upaya pencarian dan penanganan kecelakaan kapal tersebut.

Unsur yang terlibat berasal dari Kantor SAR Maumere, TNI AL, TNI AU, Polri, KSOP Labuan Bajo, KKP Kupang, Distrik Navigasi Kupang, BPOLBF Labuan Bajo, BMKG, BPBD Kabupaten Manggarai Barat, Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat, PHC Labuan Bajo, SROP Labuan Bajo, P3KOM Labuan Bajo, operator kapal, relawan, serta unsur pendukung lainnya.

Dukungan penyelaman melibatkan penyelam dari Kantor SAR Maumere, Lanal Labuan Bajo, TNI AL Koarmada II Surabaya, dan P3KOM Labuan Bajo.

Fathur Rahman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan, TNI-Polri, instansi terkait, operator kapal, relawan, serta pihak lain yang telah mendukung pelaksanaan operasi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan selama operasi berlangsung. Komitmen Kantor SAR Maumere dan Tim SAR Gabungan untuk memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat akan terus dilaksanakan dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan keselamatan personel,” tandas Fathur.

KM Feronia, kapal tradisional jenis pinisi dengan tonase kotor (GT) 51 yang mengangkut penumpang wisata, mengalami kecelakaan saat berlayar dari Pelabuhan Marina menuju Dermaga Pulau Rinca pada 13 Oktober 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima, kapal tersebut melintasi pusaran arus hingga miring, terbalik, dan akhirnya tenggelam.

Kapal itu membawa 30 orang atau person on board (POB), terdiri atas lima anak buah kapal (ABK) dan 25 penumpang. Dari jumlah tersebut, 29 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sedangkan satu penumpang, Veronica Beatrix Jessica, masih dinyatakan hilang.