Paloh soal Presiden Disadap: Prihatin, Bangsa Lain Sudah Maju, Kita Masih Berputar-putar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Partai Nasdem Surya Paloh tiba menghadiri Nasdem Berbagi di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (8/11/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Partai Nasdem Surya Paloh tiba menghadiri Nasdem Berbagi di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (8/11/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh prihatin terhadap penyadapan yang dilakukan Listyo Sigit dkk terhadap Presiden Prabowo Subianto. Paloh mengatakan, penyadapan adalah salah satu dari sekian tantangan yang tengah dihadapi Indonesia.

Menurut Paloh, masih ada berbagai permasalahan lain yang juga perlu menjadi perhatian bersama.

"Kita tidak hanya penyadapan, berbagai macam permasalahan kita sedang hadapi saat ini," kata Paloh saat ditemui usai menghadiri acara NasDem Bugar Berbagi di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (8/11).

Ia mengatakan, penyadapan sebagai salah satu persoalan yang patut menjadi keprihatinan seluruh elemen bangsa. Dia membandingkan kondisi Indonesia dengan negara-negara lain yang dinilainya telah bergerak lebih maju.

"Ada penyadapan dan sebagainya, itu kan keprihatinan semua kita sebagai satu bangsa. Di saat bangsa-bangsa lain sudah bergerak lebih maju lagi untuk mengantarkan kemajuan bangsanya, kita masih berputar-putar pada masalah-masalah yang sebetulnya memperihatinkan kita," ujarnya.

Paloh mengajak masyarakat melihat berbagai persoalan tersebut dengan empati dan akal sehat. Ia menilai kondisi itu menjadi pertanda bahwa Indonesia belum bergerak menuju kemajuan, melainkan justru mengalami kemunduran.

"Coba berbicaralah kita dengan rasa empati yang ada pada diri kita, akal sehat kita, apa ini artinya bagi kita? Ini artinya, kita bukan semakin maju, kita bergerak mundur ke belakang, itu yang kita harus cegah," tegasnya.

Ia mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terus terjebak dalam perselisihan dan kepentingan sesaat. Menurutnya, diperlukan strategi jangka panjang serta kesadaran seluruh elemen bangsa untuk ikut bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi.

"Ini harus jelas, kita harus cegah, tidak lagi memberikan kesempatan hanya bermain-main di antara satu sama lain bagi dasar kepentingan-kepentingan sesaat. Strategi jangka panjang perlu kita pupukkan," kata Paloh.

Ia menambahkan, masa depan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh anak bangsa, termasuk dalam menghadapi berbagai kondisi, baik kesedihan, keprihatinan, maupun kegembiraan yang dialami bersama.

"Masa depan bangsa ini memerlukan kehadiran semua anak-anak bangsa ini yang terpanggil kesadarannya, bahwa mereka bahagia yang tidak terlepaskan untuk ikut bertanggung jawab terhadap permasalahan apakah itu kesedihan, keprihatinan, atau kegembiraan yang sedang kita alami. Itu maksudnya saya," tutupnya.