Pangdam XXVI/Mataram Silaturahmi ke Sultan, Bahas Keamanan hingga Markas Baru

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga (kiri), bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Selasa (27/10/2026). Foto: Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga (kiri), bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Selasa (27/10/2026). Foto: Panji/kumparan

Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, berkunjung ke kompleks Kepatihan Pemda DIY untuk bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (27/10).

"Ya silaturahmi, saya menghadap beliau," kata Yoga saat ditemui usai pertemuan dengan Sultan.

Yoga mengatakan dalam pertemuan tersebut, dirinya meminta bimbingan dari Sultan.

"Memohon arahan, bimbingan, apa yang mesti saya laksanakan di sini, tentunya supaya kebaikan masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.

Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga (kiri), bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Selasa (27/10/2026). Foto: Panji/kumparan

Diakui Yoga, pertemuannya kali ini juga turut membahas markas Kodam yang baru di Godean, Kabupaten Sleman, seluas sembilan hektare. Markas ditargetkan sesegera mungkin dibangun.

"Ya, nanti kita bicarakan di tingkat pusat juga. Yang penting kan sudah diizinkan gitu kan, sehingga nanti kita proses selanjutnya nanti kami akan diskusikan dengan di pusat juga," katanya.

"Kalau memang secara prosesnya semua sudah clear, nanti sesegera mungkin," ujarnya.

Selain melapor dengan Sultan, Yoga mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kalurahan hingga pemerintah kabupaten.

Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga (kiri), bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Selasa (27/10/2026). Foto: Panji/kumparan

Di sisi lain, diakuinya dengan Kodam baru ini, maka dibutuhkan lebih banyak personel.

"Belum (mencukupi jumlahnya). Karena kan kan baru ya. Tapi nanti berproses sampai jalan semuanya nanti kita akan penuhi," ujarnya.

Bawahi 10 Kodim

Pangdam XXVI/Mataram, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga (kiri), bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Selasa (27/10/2026). Foto: Panji/kumparan

Yoga menjelaskan telah juga dilaksanakan di Mabes TNI AD alih Komando dan Pengendalian (alih Kodal) sebagian kodim dari Kodam IV/Diponegoro ke Kodam Mataram.

"Sebagian (dari Diponegoro) akan bergabung dengan Wonogiri dan Klaten. Direncanakan nanti (total) 10 kodim," ujarnya.

Sementara itu, Sri Sultan mengatakan tidak masalah tanah kas desa di Godean dijadikan markas Kodam.

"Ya enggak ada masalah. Tapi kan tetap proses administrasinya kan harus jalan," kata Sultan.

Hal ini sama dengan Polda DIY yang juga akan menggunakan tanah Sultan Ground untuk markas yang baru.

"Ya sama dengan Kapolda sama, prosesnya. Lewat kabupaten, kalurahan, kan gitu, sama," pungkasnya.