Partai Netanyahu Minta Waktu Pemungutan Suara Pemilu Israel Diperpanjang, Partai Lawan Tolak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFP

Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (27/10) meminta otoritas pemilu memperpanjang jam pemungutan suara, saat partai tersebut berupaya mengerahkan para pemilih.

"Kami telah mengajukan permintaan untuk memperpanjang jam pemungutan suara," kata Likud dalam pesan yang diunggah di Telegram, dikutip dari AFP.

Partai pesaing utama Netanyahu dalam pemilu menyatakan "menentang keras" permintaan partai perdana menteri untuk memperpanjang jam pemungutan suara pada Selasa.

Partai tersebut menilai permintaan itu merupakan dalih untuk menggugat legitimasi pemilu di kemudian hari.

"Tidak ada insiden luar biasa yang terjadi sehingga membenarkan pemberian permintaan ini. Permintaan tersebut dimaksudkan untuk meletakkan dasar bagi tuduhan yang mempertanyakan integritas pemilu, sekaligus melanjutkan kebohongan yang disebarkan Netanyahu sejak pagi ini," kata partai Yashar pimpinan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Gadi Eisenkot.

Adapun pemilu Israel masih berlangsung. Sebelumnya, demo menolak kembali terpilihnya Netanyahu digelar sejumlah kelompok di Israel menjelang pemilu tersebut.