Pemilu Sela AS 2026: Demokrat Raih Kemenangan Awal, Trump Tertekan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pemilih mendatangi pos pemadam kebakaran untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu Sela AS di Chapin, South Carolina, AS, Selasa (3/11/2026). Foto: Sam Wolfe/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pemilih mendatangi pos pemadam kebakaran untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu Sela AS di Chapin, South Carolina, AS, Selasa (3/11/2026). Foto: Sam Wolfe/REUTERS

Partai Demokrat mencatat sejumlah kemenangan awal dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11). Demokrat berhasil merebut kursi Senat dan DPR dari Partai Republik serta mempertahankan sejumlah kursi penting.

Pemilu sela atau midterm elections adalah pemilu yang berlangsung di tengah masa jabatan presiden AS yang berlangsung empat tahun. Pemilu ini penting karena menentukan siapa yang menguasai Kongres (DPR dan Senat), sehingga bisa mempengaruhi kebijakan presiden. Pemilu sela juga memilih gubernur negara bagian.

Kemenangan awal Demokrat pada pemilu sela 2026 menjadi ujian politik bagi Presiden Donald Trump yang menghadapi ketidakpuasan masyarakat terkait biaya hidup, kebijakan tarif, dan perang AS dengan Iran.

"Partai Republik menghadapi malam pemilu yang sulit," lapor AFP, Rabu (4/11).

Warga memberikan hak suaranya pada Pemilu Sela AS di Milford, Michigan, AS, Selasa (3/11/2026). Foto: Brian Snyder/REUTERS

Demokrat Rebut Sejumlah Kursi

AFP melaporkan Partai Demokrat telah mencatat sejumlah kemenangan dalam pemilu sela AS, sementara penghitungan suara masih berlangsung di sejumlah negara bagian lainnya.

Di Negara Bagian North Carolina, Demokrat berhasil merebut satu kursi DPR yang sebelumnya dikuasai Republik. Mantan Gubernur Roy Cooper juga mengalahkan Michael Whatley dalam pemilihan Senat.

Pemilih mendatangi tempat pemungutan suara untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu Sela AS di West Columbia, South Carolina, AS, Selasa (3/11/2026). Foto: Sam Wolfe/REUTERS

Sementara di Negara Bagian Georgia, Senator Demokrat Jon Ossoff berhasil mempertahankan kursinya. Mantan Wali Kota Atlanta Keisha Lance Bottoms juga diproyeksikan memenangi pemilihan gubernur. Jika terkonfirmasi, ia akan menjadi perempuan kulit hitam pertama yang menjabat gubernur di AS.

Namun, Partai Republik juga meraih kemenangan. Di Florida, Byron Donalds yang didukung Trump memenangi pemilihan gubernur dan menjadi gubernur kulit hitam pertama di negara bagian tersebut.

Peluang Demokrat Kuasai Kongres

Sebelum pemilu, Partai Republik menguasai 53 dari 100 kursi Senat. Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi untuk mengambil alih kendali majelis tersebut.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato penutup kampanye Pemilu Sela di depan Lincoln Memorial Reflecting Pool, Washington, DC, AS, Senin (2/11/2026). Foto: Mandel Ngan/AFP

Di DPR, Demokrat hanya membutuhkan tambahan tiga kursi dari total 435 kursi yang diperebutkan.

Jika berhasil menguasai Kongres, Demokrat dapat menghambat agenda pemerintahan Trump dan memperketat pengawasan terhadap kebijakannya, termasuk perang Iran, deportasi imigran, dan dugaan korupsi.

Biaya Hidup Jadi Isu Utama

Menurut AFP, meningkatnya biaya hidup menjadi salah satu persoalan utama pemilih. Harga sewa rumah, bahan makanan, listrik, dan pajak properti menjadi keluhan masyarakat.

Sebuah poster yang menampilkan Presiden AS Donald Trump berpakaian seperti Marie Antoinette dan kata-kata "Penggal Kepala Mereka" terlihat saat para demonstran berbaris selama hari protes nasional "Tidak Ada Raja" di Los Angeles pada 28 Maret 2026. Foto: ETIENNE LAURENT / AFP

Trump membela kinerja pemerintahannya dalam wawancara dengan Fox News. Ia menyoroti kebijakan tarif, pengetatan imigrasi, dan operasi militer AS terhadap Iran.

Sementara itu, belum diketahui bagaimana Trump akan merespons jika Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres. Dalam sebuah siniar yang dirilis Senin (2/11), Trump mengatakan akan memveto kebijakan Demokrat jika mereka menguasai Kongres meski membuka kemungkinan untuk bernegosiasi.