Pengacara Keluarga Duga Bharada Andika Rencanakan Penembakan Bharatu Valdo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penembakan. Foto: Shutterstock

Dugaan motif pembunuhan terhadap anggota Polri, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (LVF), di Markas Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, masih menimbulkan sejumlah tanya.

Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, Petrus Bala Pattyon, mengatakan dugaan sementara kasus penembakan dipicu pelaku tak terima sering dimarahi korban.

"Informasinya sering di-bully dan dipersalahkan," kata Petrus kepada kumparan, Senin (19/10).

Meski begitu, Petrus masih menunggu penjelasan polisi.

"Apa benar? Harus ada penjelasan," katanya.

kumparan post embed

Kasus penembakan tersebut terjadi pada Jumat (16/10) dini hari di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara, Pondok Cabe. Saat kejadian, Valdo disebut sedang beristirahat.

Berdasarkan laporan awal, Andika diduga membawa senjata tajam jenis golok dari rumahnya sejak Senin (12/10) karena merasa takut secara berlebihan.

Senjata laras panjang dan sangkur yang digunakan Bharada Andika dalam kasus penembakan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai. Foto: Dok. Istimewa

Pada Jumat dini hari setiba di markas, dia mengambil senjata api dari pos penjagaan lalu mendatangi tempat korban beristirahat.

Andika disebut menembakkan senjata api beberapa kali ke arah tubuh korban. Setelah Valdo terjatuh, ia kembali menembak ke arah kepala korban dan menyerang lehernya menggunakan senjata tajam.

Usai kejadian, Andika menyerahkan diri kepada Unit Provos Ditpoludara. Ia kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan.