Pesawat Citilink Rute Halim-Yogyakarta Gagal Terbang Imbas Kendala Roda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pesawat Citilink. Foto: Abby_Akfa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pesawat Citilink. Foto: Abby_Akfa/Shutterstock

Pesawat Citilink QG1100 dengan armada berjenis ATR 72-600 rute Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Yogyakarta gagal berangkat pada Sabtu (17/10) pagi. Hal itu disebabkan karena ada masalah pada salah satu roda pendaratan pesawat. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan selamat.

“Pesawat beserta seluruh penumpang telah kembali mendarat dengan selamat di Jakarta. Pesawat selanjutnya ditangani oleh petugas terkait untuk menjalani pemeriksaan intensif lebih lanjut secara menyeluruh,” kata Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz, dalam keterangannya, Sabtu (17/10).

Penumpang Dialihkan ke Soetta

Penerbangan yang dijadwalkan berangkat pukul 05.55 WIB itu rencananya dilanjutkan menggunakan pesawat pengganti jenis Airbus A320. Penumpang akan diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Bandara Internasional Yogyakarta.

Penerbangan pengganti dijadwalkan berangkat pukul 11.00 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 12.40 WIB.

“Saat ini, penerbangan Jakarta-Yogyakarta tersebut rencana akan diberangkatkan kembali menggunakan pesawat pengganti menggunakan jenis Pesawat Airbus A320 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Penerbangan dijadwalkan pukul 11.00 waktu setempat dan mendarat di Yogyakarta pada pukul 12.40 waktu setempat,” terangnya.

Tashia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu. Pesawat kemudian sudah ditangani petugas untuk diperiksa lebih lanjut.

“Citilink senantiasa mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan dengan melakukan langkah-langkah preventif secara konsisten untuk mengidentifikasi serta memitigasi potensi risiko yang dapat memengaruhi keselamatan dan keamanan penerbangan,” tutupnya.