Polda Metro-Bareskrim Gerebek Kampung Bahari: 27 Orang Diamankan, Sita Narkoba-Senpi

Polisi menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, dalam operasi pemberantasan narkoba pada Minggu (1/11). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 27 orang.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai arah.
Salah satu strategi yang digunakan ialah mengerahkan petugas menggunakan KRL untuk masuk langsung ke kawasan Kampung Bahari.
“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, ya, kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Bismo usai penggerebekan di Kampung Bahari, Minggu (1/11).
“Total 27 orang yang diamankan,” ujarnya.
Polisi menyita sejumlah barang bukti, mulai dari sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, hingga mesin pencetak ekstasi. Petugas juga menemukan senjata api, senjata tajam, bong atau alat isap, serta uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan narkoba.
“Juga ditemukan senpi, ya, senpi. Ditemukan senpi juga, ya,” ujarnya.
Bismo menjelaskan, dari empat orang yang diamankan di lokasi awal, tiga di antaranya merupakan pengguna narkoba. Sementara itu, satu orang lainnya diduga memiliki barang yang akan didalami lebih lanjut oleh penyidik.
“Ada tiga pengguna, yang satu dia ada pemilik barang. Nanti kita akan lakukan pendalaman,” ujarnya.
Bismo mengatakan petugas juga mendapat perlawanan saat menjalankan operasi. Menurut dia, perlawanan tersebut merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian petugas dari sasaran operasi.
“Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita,” ujarnya.
Bismo menyebut transaksi narkoba di lapak-lapak sepanjang rel kereta api di Kampung Bahari masih berlangsung. Karena itu, polisi akan melanjutkan operasi dan mengejar bandar yang terlibat.
“Oleh karena itu kita akan terus lakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya,” ucap Bismo.
Polisi juga berencana membongkar lapak-lapak yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba agar tidak kembali dimanfaatkan.
