Polisi Akan Ekshumasi Makam Pesilat Semarang yang Meninggal Usai Operasi Jari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet pencak silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) meninggal dunia di tengah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Atlet pencak silat Kota Semarang Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) meninggal dunia di tengah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Foto: Dok. Istimewa

Kepolisian akan melakukan ekshumasi atau membongkar makam atlet silat asal Kota Semarang Ayudiah Rivana Tridiandinita (19) yang meninggal dunia usai menjalani operasi jari karena cedera.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Agus Supriyadi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keluarga Ayudiah terkait rencana tersebut. Sebab, sejak awal pihak keluarga sudah menolak dilakukan autopsi.

"Betul rencananya (ekshumasi) kita koordinasi dengan keluarga korban dulu," Selasa (23/10).

Ia menjelaskan, ekshumasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian atlet silat berprestasi tersebut.

"Dilakukan supaya kita tahu penyebab meninggalnya korban," jelas dia.

Namun terkait waktu pelaksanaannya, polisi masih menunggu jawaban dan keputusan dari pihak keluarga Ayudiah.

"Kita masih menunggu persetujuan keluarga korban. Nanti kita infokan lagi," kata Agus.

Untuk diketahui, Ayudiah meninggal dunia pada Rabu (28/10) pagi setelah menjalani operasi atas cedera yang dialaminya saat bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026

Ia mengalami cedera pada ruas jari tengah saat menghadapi babak perempat final melawan atlet Kabupaten Batang pada Senin (26/10) dan menjalani operasi di RS Primaya pada Selasa malam (27/10).

Usai menjalani operasi, dokter menyebut keadaan Ayudiah stabil dan baik. Ia juga sempat berkomunikasi dengan keluarganya.