Positivity Rate Nakes RS di Jakarta Lebih dari 30%, Ini Penjelasan Kemenkes

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua orang tenaga kesehatan beristirahat sejenak saat menunggu pasien di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021).  Foto: Adeng Bustomi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Dua orang tenaga kesehatan beristirahat sejenak saat menunggu pasien di ruang isolasi COVID-19 Rumah Sakit Umum (RSU) Dadi Keluarga, Kabupetan Ciamis, Jawa Barat, Senin (14/6/2021). Foto: Adeng Bustomi/ANTARA FOTO

Melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia akibat varian Omicron yang lebih menular kini turut menginfeksi tenaga kesehatan (nakes) yang merawat pasien corona. Hingga 5 Februari 2020, Kemenkes telah melakukan skrining dengan tes PCR terhadap 9.161 nakes di RS vertikal Kemenkes.

Dalam kurun waktu sepekan skrining tes PCR periode 30 Januari-5 Februari 2022, terdapat empat rumah sakit vertikal Kemenkes di Jakarta yang memiliki positivity rate di atas 30 persen.

Dari data yang diterima kumparan, Rabu (9/2), RS di Jakarta yang paling tinggi positivity rate nakes terpapar COVID adalah RS Ketergantungan Obat di Jakarta Timur dengan 63 persen.

Kemudian diikuti nakes di RSUP Fatmawati 41 persen, RSPI Sulianti Saroso 40 persen, dan RS Jantung Harapan Kita. Namun, tidak dirinci berapa banyak nakes yang terpapar di RS-RS tersebut.

Merespons tingginya positivity rate RS di Jakarta terhadap nakes, juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi memberikan penjelasan.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi saat memberikan keterangan secara virtual. Foto: Kemenkes RI

Menurutnya, sejauh ini para nakes yang positif --tanpa disebut jumlahnya-- kebanyakan tidak bergejala.

"Kondisinya OTG dan ringan, isoman di rumah," ucap Nadia saat dikonfirmasi.

Menurut Nadia, jumlah skrining yang dilakukan terhadap nakes ini masih tetap berlanjut setiap minggunya. Sehingga, bisa saja nakes yang terpapar COVID-19 jumlahnya lebih banyak seiring dengan adanya skrining rutin tersebut.

Meski begitu, ia mengakui nakes sebagai garda terdepan merawat pasien corona masih tetap memiliki risiko tinggi terpapar.

"Ini sebenarnya belum semua, sekarang baru rutin dilakukan skrining per minggu. Hanya sekelompok saja yang nakes tes, jadi positivity ratenya masih cukup tinggi. Tapi risiko nakes cukup besar ya," tutup Nadia.