Prabowo Sebut Antrean BBM di Bali karena Distribusi, Bukan Kelangkaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pembuka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pembuka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto mengatakan persoalan antrean BBM yang sempat terjadi di Bali bukan disebabkan stok yang tidak tersedia, melainkan adanya kendala distribusi.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10), yang diunggah di akun Youtube Setpres pada Jumat (23/10).

"Saudara-saudara, yang yang tadi kita alami di Bali keterlambatan pasokan minyak ya, bukan karena stoknya enggak ada, karena distribusinya," kata Prabowo.

Sejumlah warga antre membeli BBM di SPBU kawasan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali, Sabtu (17/10/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Prabowo kemudian memerintahkan Menteri ESDM, Direktur Utama Pertamina, Danantara, hingga jajaran BUMN terkait untuk memeriksa kembali kontrak-kontrak yang berkaitan dengan distribusi tersebut.

"Jadi saya perintahkan Menteri ESDM, saya perintahkan Dirut Pertamina ya, saya perintahkan Danantara, kemudian BUMN-BUMN yang ada itu untuk memeriksa lagi kontrak-kontrak itu," ujar Ketum Gerindra ini.

Suasana Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Dalam penutup Sidang Kabinet, Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pemerintah dan para tokoh nasional yang kini bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden.

"Sekali lagi terima kasih atas bantuan Saudara-saudara, dukungan saudara kepada saya. Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya ya," kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Menteri ESDM/Menko HTE Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menurutnya, pemerintah masih menghadapi banyak pekerjaan, tantangan, dan kelemahan yang harus diselesaikan bersama.

"Jadi pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama kita atasi bersama ya. We have to work as a team," pungkasnya.