Prabowo Sebut Indonesia Melting Pot, Singgung Bahlil Menko Pertama dari Fakfak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto menyinggung Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia saat berbicara mengenai keberagaman masyarakat Indonesia.

Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia hidup dalam semangat Pancasila dengan saling menghormati perbedaan agama, suku, bahasa, hingga budaya.

"Rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi. Kita berbeda agama, mari kita jaga semua agama. Kita berbeda suku, mari kita menjaga semua suku. Kita hormati semua suku," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Prabowo, perbedaan yang dimiliki masyarakat Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga.

"Berbeda bahasa daerah, kita jaga semua adat, semua budaya daerah. Perbedaan adalah kekayaan. Menghormati adalah mulia," ujarnya.

Prabowo kemudian mengatakan masyarakat Indonesia telah banyak berbaur antarsuku dan daerah. Ia menilai Indonesia telah menjadi semacam melting pot.

"Saudara-saudara sekalian, kita jaga semua agama, kita jaga semua ras. Karena sesungguhnya kita pun semua ini sudah campuran. Enggak ada satu suku yang murni satu suku," kata Prabowo.

Ia mencontohkan banyak masyarakat dari berbagai daerah yang kini tinggal di wilayah lain.

"Saya kira lebih banyak orang Minang di Jakarta daripada di Sumatera Barat. Saya percaya lebih banyak orang Batak di Bandung mungkin daripada di Danau Toba. Ya. Di Madura pun sudah tidak hanya orang Madura di situ,"ujarnya.

Suasana Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di halaman tengah Istana Negara, Rabu (21/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Prabowo kemudian melihat ke arah jajaran kabinet dan menyinggung Bahlil yang kini menjabat Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil dilantik dalam posisi tersebut pada 1 Oktober 2026.

"Saudara-saudara, kita sudah menjelma yang melting pot. Sekarang ya Indonesia melting pot. Di ruangan ini saya lihat campuran ini semua. Iya kan? Betul kan?" kata Prabowo.

Prabowo lalu menyebut Bahlil sebagai kemungkinan Menko pertama yang berasal dari Fakfak.

"Ada Pak Bahlil, ya kan? Sudah jadi Menko. Mungkin Menko pertama dari Fakfak. Betul? Menko pertama dari Fakfak ya? mungkin menteri apa? pertama dia. Baik," ujar Prabowo yang disambut tawa peserta rapat.