Prabowo Tetapkan 18 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2026, Diumumkan 10 November

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fadli Zon saat diwawancarai usai acara Anugerah kebudayaan Indonesia 2026 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).  Foto: Achtar Firdausy/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fadli Zon saat diwawancarai usai acara Anugerah kebudayaan Indonesia 2026 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Foto: Achtar Firdausy/kumparan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut Presiden Prabowo telah menentukan 18 tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 2026, Jumat (6/11).

Hal tersebut disampaikan Fadli saat wawancara dengan sejumlah media di acara Anugerah Kebudayaan Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta. Meski memastikan ada 18 tokoh belum mengungkap siapa saja belasan orang itu.

"Mengenai Pahlawan Nasional, nanti akan diumumkan pada tanggal 10 November, insyaallah. Itu teknisnya, dalam rangka Hari Pahlawan," papar Fadli.

Fadli Zon di acara Anugerah kebudayaan Indonesia 2026 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Foto: Achtar Firdausy/kumparan

Pada wawancara itu, Fadli menjelaskan pemberian gelar Pahlawan Nasional pada 2026 ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

"Jumlahnya tahun ini lebih besar daripada tahun lalu. Saya juga memang ikut mengusulkan kepada Presiden. Biasanya, jumlahnya paling banyak 10 orang," jelas dia.

"Nah, tahun ini, karena memang yang memenuhi syarat juga cukup banyak, dan banyak yang sudah diusulkan bertahun-tahun, ada yang sudah tujuh kali, lima kali, bahkan tiga kali, maka tahun ini, atas kesepakatan tim Dewan GTK (Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan), kita ajukan semua yang eligible atau memenuhi syarat," ujar Fadli.

Fadli lalu berharap akan ada pahlawan nasional dari sektor kebudayaan. Sebab, menurut Fadli perjuangan bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk lewat kebudayaan.

"Artinya, ada pengakuan bahwa perjuangan itu bukan hanya perjuangan bersenjata, bukan hanya perjuangan diplomasi, tetapi juga ada perjuangan di bidang kebudayaan," ucap Fadli.