Pramono Bantah Ada Manipulasi Data Alat Pemantau Udara di GBK

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Doorstop Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara Race Expo myBCA Jakarta Running Festival 2026, di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jumat (23/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Doorstop Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara Race Expo myBCA Jakarta Running Festival 2026, di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jumat (23/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah adanya upaya manipulasi data alat pemantau kualitas udara di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Pernyataan ini disampaikan Pramono menanggapi isu yang ramai jadi perbincangan di media sosial mengenai indikator alat pemantau udara di Gate 10 GBK yang terlihat berwarna hijau.

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memiliki upaya untuk memanipulasi data kualitas udara di Ibu Kota. Ia menyatakan pemerintah akan menerima hasil pemantauan apa adanya dan melakukan perbaikan jika memang diperlukan.

“Kita tidak ada upaya untuk memanipulasi data dan sebagainya. Saya adalah orang yang apa adanya. Kalau jelek ya enggak apa-apa, kalau baik ya baik. Kalau memang perlu dilakukan perbaikan ya kita perbaiki,” kata Pramono saat ditemui di acara Race Expo myBCA JRF 2026 Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/10).

Dalam kesempatan itu, ia juga mendapat pertanyaan mengenai kondisi kualitas udara Jakarta menjelang pelaksanaan ajang lari yang berlangsung pada Sabtu (24/10) dan Minggu (25/10).

Ilustrasi warga mengecek kadar polutan PM2.5, partikel halus di udara yang ukurannya 2,5 mikron atau lebih kecil. Foto: Shutterstock

Pramono mengakui kualitas udara Jakarta belum sepenuhnya ideal. Namun, ia menilai kondisi udara saat ini masih cukup mendukung pelaksanaan JRF 2026.

“Yang jelas sekarang ini tidak ada efek dari kebakaran hutan yang ada di mana pun. Bahwa udara Jakarta belum sempurna, iya. Tetapi untuk dilakukan pelaksanaan lari Jakarta Running Festival ini sudah cukup untuk bisa dilakukan dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial pemantau kualitas udara di Gate 10 Gelora Bung Karno (GBK) menunjukkan lampu hijau, yang berarti kualitas udara baik. Banyak warganet yang kemudian mempertanyakan kebenaran indikator tersebut.