Presiden PKS Dorong Pemerintah Lebih Aktif Bela Palestina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al Muzzammil Yusuf, mendorong pemerintah, parlemen, dan seluruh komponen bangsa lebih proaktif membela Palestina di tengah genosida yang dilakukan Israel.

"Palestina bukan saja amanat konstitusi kita, bukan saja amanat kemanusiaan, dan juga dia adalah amanat keagamaan kita," kata Al Muzzammil dalam pidato politik saat Bimteknas PKS 2026 di kawasan Jakarta Barat, Senin (19/10).

Ia menilai penderitaan rakyat Palestina harus terus menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina tidak hanya berkaitan dengan amanat konstitusi dan kemanusiaan, tetapi juga nilai-nilai keagamaan.

Oleh karena itu, Al Muzzammil meminta pemerintah dan parlemen mengambil peran lebih aktif dalam upaya membela Palestina.

"PKS mendorong pemerintah, parlemen, seluruh komponen bangsa, tampil lebih proaktif sebagai muslimin terbesar di dunia untuk membela Palestina dari genosida Israel yang terus berlangsung," ujarnya.

Ajak Kader Suarakan Dukungan

Ilustrasi Palestina Foto: ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak

Al Muzzammil juga mengajak seluruh kader PKS untuk terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, baik melalui kegiatan di parlemen maupun di tengah masyarakat. Pembelaan terhadap Palestina terus dilakukan hingga negara tersebut merdeka.

"Dari gedung parlemen hingga pelosok negeri. Jadikan pembelaan terhadap Palestina tetap menyala hingga Palestina merdeka," kata dia.

Al Muzzammil mengajak kader PKS mengampanyekan dukungan terhadap Palestina melalui gerakan yang disebutnya sebagai syiar 5D. Gerakan tersebut mencakup doa, dakwah, dana, diplomasi, dan digital.

"Dan kita suarakan syiar 5D bagi Palestina, yaitu doa, dakwah, dana, diplomasi, dan digital,” tuturnya.

Ia kemudian menutup seruannya dengan meneriakkan slogan "Free, free Palestine" di hadapan peserta Bimteknas PKS 2026.