Revitalisasi Galeri Nasional Dimulai, Fadli Zon: Jadi Rumah Seni Rupa Indonesia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prosesi Peletakan Batu Pertama Ground Breaking Revitalisasi Galeri Indonesia, oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (23/10). Foto:  Nabilah Siti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi Peletakan Batu Pertama Ground Breaking Revitalisasi Galeri Indonesia, oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (23/10). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memulai revitalisasi Galeri Nasional Indonesia (GNI) di Gambir, Jakarta Pusat. Pekerjaan konstruksi ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang menggunakan tradisi baturan khas Betawi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan revitalisasi tersebut diharapkan menjadikan Galeri Nasional sebagai rumah bagi seni rupa Indonesia.

“Revitalisasi Galeri Nasional kita ini nanti akan menjadi rumah bagi seni rupa Indonesia dan menjadi satu etalase budaya, etalase peradaban dari para seniman, budayawan kita,” ujar Fadli dalam keterangannya, Jumat (23/10).

Fadli menjelaskan, revitalisasi dilakukan karena kondisi sejumlah bagian gedung yang sudah tua. Selama ini, perbaikan dilakukan secara bertahap, terutama di Gedung A.

Prosesi Peletakan Batu Pertama Ground Breaking Revitalisasi Galeri Indonesia, oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Galeri Nasional Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (23/10). Foto: Nabilah Siti/kumparan

“Kalau kita lihat kelihatannya dari luar bagus, tapi di dalamnya listrik-listriknya harus diganti, atapnya ada yang bocor juga,” kata Fadli.

Selain Gedung A, perbaikan dan peningkatan fasilitas juga dilakukan di Gedung B dan Gedung D, termasuk penambahan bangunan ekstensi. Ruang pamer akan diperluas, sementara alur kunjungan akan ditata agar pengunjung dapat menikmati karya seni secara lebih terarah, mulai dari lini masa sejarah hingga karya kontemporer.

“Jadi selain ruangnya akan lebih banyak, tata pamernya, ruang pamernya akan lebih besar juga, kita juga berharap nanti akan lebih dinamis untuk memamerkan karya-karya kontemporer yang baru,” ujarnya.

Kawasan Galeri Nasional memiliki luas sekitar 16.000 meter persegi. Fadli berharap kawasan tersebut dapat berkembang menjadi destinasi budaya yang menarik lebih banyak pengunjung.

Salah satu rencana utama setelah revitalisasi adalah menghadirkan koleksi Istana Negara untuk dipamerkan secara permanen di Galeri Nasional. Fadli mengatakan langkah tersebut merupakan arahan Presiden agar karya-karya koleksi Istana dapat dinikmati masyarakat luas.

Sejumlah pengunjung melihat instalasi pameran di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Ini salah satu terobosan juga agar karya-karya koleksi Istana Negara itu bisa dipamerkan di Galeri Nasional secara permanen. Jadi bukan temporer, tapi secara permanen. Untuk itulah perlu ada satu rumah yang representatif,” kata Fadli.

Menurut Fadli, Galeri Nasional memiliki 1.876 karya dalam koleksinya. Namun, sejumlah karya terbaik justru berada di Istana Negara. Koleksi tersebut antara lain karya Raden Saleh, Henk Ngantung, dan Basoeki Abdullah, serta pelukis asing seperti Diego Rivera, Locatelli, dan Theodoor van Erp.

Pekerjaan konstruksi revitalisasi dipercayakan kepada PT Nindya Karya (Persero), sedangkan pengawasan dilakukan oleh KSO Pola Tehnik Ciriya Jasa EC Amitas. Fadli berharap BUMN pelaksana dapat menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin.

Fadli mengakui proyek revitalisasi tersebut semestinya dapat diselesaikan lebih awal. Namun, pekerjaan konstruksi baru dimulai saat ini.

“Ini memang kita harapkan selesainya harusnya kemarin, ya (tertawa). Tapi baru dimulai hari ini. Ya kita semaksimal mungkin sampai akhir tahun,” katanya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menghadiri acara peletakan batu pertama revitalisasi Galeri Nasional Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (23/10). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Ia menambahkan, sebagian pembenahan dan penataan ruang pamer akan dilanjutkan pada awal tahun depan.

Fadli menegaskan revitalisasi tetap memperhatikan status Galeri Nasional sebagai kawasan cagar budaya. Karena itu, pembaruan fasilitas dilakukan dengan tetap menjaga karakter historis bangunan dan kawasan.

“Prinsip kita juga jelas: pelestarian, pengembangan, pemanfaatan harus berjalan beriringan, jadi tidak bertabrakan,” ujarnya.

Fadli berharap Galeri Nasional dapat menjadi kantong budaya atau cultural enclave yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun internasional.

Reporter: Nabilah Siti Nurhikmah