Sugiono Sebut Perbaikan Sekolah Rusak Terdampak Bencana Sumatera Masih Berjalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PMK Sugiono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK Sugiono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyebut pembangunan kembali sekolah yang rusak akibat bencana di wilayah Sumatera masih berjalan. Penyediaan hunian tetap dan hunian sementara bagi warga terdampak juga masih dalam proses.

Hal itu disampaikan Sugiono usai rapat koordinasi percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di wilayah Sumatera bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, beserta sejumlah kepala daerah secara daring di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (26/10).

Sugiono menyebut, hampir 98 persen upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera telah terealisasi, termasuk pembangunan sekolah dan hunian tersebut.

“Kemudian juga pembangunan kembali sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, termasuk juga hunian, hunian tetap dan hunian sementara yang saya kira masih dalam progres dan masih on track,” kata Sugiono usai rapat tersebut.

Meski proses pemulihan masih berjalan dengan sesuai, Sugiono mengatakan sejumlah wilayah membutuhkan percepatan agar rehabilitasi dan rekonstruksi dapat sesuai target.

“Memang beberapa tempat memang harus kita lakukan akselerasi, tapi saya kira semua itu bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya.

Selain itu, Sugiono juga menyebut hampir seluruh fasilitas kesehatan di wilayah bencana berfungsi semestinya.

Meski demikian, masih ada enam Puskesmas pembantu di Sumatera Utara yang belum selesai dibangun.

“Sektor kesehatan hampir semua fasilitas kesehatan berfungsi, hanya tinggal tersisa enam puskesmas pembantu tadi di wilayah Sumatera Utara yang belum selesai,” ungkapnya.

Ia pun kemudian menekankan untuk tetap melakukan koordinasi sesering mungkin serta segera membuat rencana mitigasi untuk ke depannya.

“Saya kira koordinasi yang harus kita lakukan juga harus semakin sering, dan yang penting adalah bahwa bagaimana upaya-upaya dan perencanaan-perencanaan mitigasi bencana ini bisa kita lakukan,” tandasnya.