Sumur di Sleman Mengering karena Kemarau, Warga Mandi Pakai Es Hilangkan Panas

Kemarau panjang yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai berdampak ke masyarakat. Di Gejayan, Kabupaten Sleman, sumur warga sudah mengalami kekeringan.
"Baru kali ini kemarau sampai sumur kering," kata Dwi warga Gejayan dikonfirmasi, Kamis (22/10).
Padahal, menurut Dwi kedalaman sumurnya ini mencapai 20 meter dan pernah suntik bor. Kekeringan mulai terjadi pada Rabu (21/10) lalu.
"Rabu pagi air enggak mau naik, Selasa malam masih mau naik, Rabu sore tak nyalain lagi tetep ngga mau naik, dipancing pakai air juga tetap enggak mau naik padahal suara mesin pompa nyala," katanya.
Saat ini, untuk mandi Dwi harus menimba di sumur milik tetangga yang belum kering.
"Akhirnya nimba air dari rumah saudara untuk kebutuhan mandi," ujarnya.
Sementara itu, untuk menghilangkan gerah, Sintia, warga Maguwoharjo sampai harus mandi dengan air es. Dia membeli beberapa kantong es dan dimasukkan ke bak mandi.
"Sempat sampai beli es biar airnya dingin dan segar," kata Sintia.
Hal ini dia lakukan karena toren air miliknya terpapar langsung matahari. Efeknya, air jadi panas.
"Itu dilakukan (pakai es) kalau mandi siang. Kalau malam tidak perlu," bebernya.
Rasa gerah menurut Sintia sudah terasa sejak pagi. Bahkan subuh-subuh pun dia sudah membuka jendela.
"Supaya angin masuk jadi sejuk. Belakangan ini gerah terus," tuturnya.
Ketika bekerja, dia juga membawa kipas angin portable. Ia juga membawa sabun cuci muka di tasnya.
Sementara itu, BPBD DIY dalam rilis resminya mengatakan awal musim hujan di DIY diprediksi datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal.
"BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 berlangsung secara bertahap. Sebanyak 25 persen Zona Musim (ZOM) diperkirakan memasuki musim hujan pada dasarian III November 2026, sementara 37,5 persen pada dasarian I Desember dan 37,5 persen lainnya pada dasarian II Desember 2026. Jika dibandingkan dengan normal periode 1991-2020, seluruh wilayah DIY diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur sedikitnya tiga dasarian," tulis BPBD DIY.
