Survei Voxpol: Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Capai 63,1%

Lembaga survei Voxpol Center Voxpol Center Research and Consulting merilis Survei Nasional Evaluasi 2 Tahun Kinerja Pemerintah pada Kamis (22/10).
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi mengungkapkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 63,1%.
Tingkat kepercayaan tersebut terdiri dari 6,7% responden yang menyatakan sangat percaya dan 56,4% yang menyatakan percaya.
Sementara itu, sebanyak 29,3% responden menyatakan kurang percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Adapun 6,4% lainnya mengaku sangat tidak percaya, sedangkan 1,2% responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Dengan demikian, total responden yang menyatakan kurang percaya dan sangat tidak percaya mencapai 35,7%.
“Tingkat kepercayaan responden terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran tergolong kuat, mencapai 63,1%, sementara 35,7% menyatakan kurang atau tidak percaya,” kata Pangi saat rilis secara daring, Kamis (22/10).
Kepercayaan Tertinggi di Bali-NTB-NTT
Berdasarkan wilayah, tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran paling tinggi tercatat di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni mencapai 88,4%.
Posisi berikutnya ditempati wilayah Sulawesi serta Maluku-Papua dengan tingkat kepercayaan sebesar 72,6%.
“Ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperkuat legitimasi, menjaga konsistensi kinerja, dan memperluas kepercayaan masyarakat secara merata di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Jangkau Berbagai Kelompok Usia dan Pendidikan
Voxpol Center juga mencatat kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran relatif kuat di berbagai kelompok usia dan tingkat pendidikan.
Dalam pemaparan mengenai karakteristik responden berdasarkan usia, kelompok berusia 24-39 tahun atau generasi milenial tercatat sebesar 36,1%. Berikutnya, kelompok berusia 40-55 tahun atau generasi X sebesar 34,3%.
Sementara itu, kelompok berusia di atas 56 tahun atau generasi baby boomer tercatat sebesar 16,6%. Adapun kelompok berusia di bawah 17 tahun hingga 23 tahun, yang dalam data disebut mencakup generasi Z, tercatat sebesar 13%.
“Kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran relatif kuat di seluruh kelompok usia dan pendidikan, Ini menunjukkan bahwa dukungan kepercayaan publik menjangkau berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga kinerja dan memperkuat legitimasi lintas generasi,” kata Pangi.
Dari sisi pendidikan, responden lulusan sekolah menengah atas (SLTA) menjadi kelompok terbesar dengan persentase 39,8%.
Berikutnya, responden dengan pendidikan sekolah dasar (SD) mencapai 24,3%, disusul lulusan sekolah menengah pertama (SLTP) sebesar 18,9%. Sementara itu, responden yang pernah menempuh pendidikan tinggi atau kuliah tercatat sebesar 14,4%.
Adapun responden yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal tercatat sebesar 2,5%.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa responden berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Dalam paparannya, Pangi menilai kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok dengan latar belakang pendidikan yang berbeda.
Meski demikian, data komposisi responden berdasarkan usia dan pendidikan perlu dibedakan dari persentase tingkat kepercayaan pada masing-masing kelompok. Angka kepercayaan per kelompok usia dan pendidikan tidak dirinci secara terpisah dalam data yang disampaikan.
Mayoritas Kelompok Penghasilan Percaya Pemerintah
Berdasarkan kelompok penghasilan, Pangi menyebut mayoritas masyarakat di hampir seluruh kelompok pendapatan menunjukkan kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Responden terdiri dari berbagai kategori penghasilan mulai kurang dari Rp 700.000 hingga Rp 5.000.000.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal yang dapat diperkuat melalui konsistensi kinerja pemerintah, pemerataan manfaat kebijakan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mayoritas masyarakat di hampir seluruh kelompok pendapatan menunjukkan kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran, mencerminkan adanya modal kepercayaan publik yang dapat terus diperkuat melalui konsistensi kinerja, pemerataan manfaat kebijakan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Jika dilihat berdasarkan pilihan partai politik, tingkat kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran paling tinggi tercatat di kalangan pemilih Partai Gerindra, yakni sebesar 81,4%.
Sebaliknya, tingkat ketidakpercayaan tertinggi tercatat pada pemilih Partai Demokrat sebesar 55,1%, disusul pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 54,3%.
“Kepercayaan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran tertinggi tercatat di kalangan pemilih Partai Gerindra (81,4%), sementara tingkat ketidakpercayaan tertinggi terlihat pada pemilih PKS (54,3%) dan Partai Demokrat (55,1%). Temuan ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik memiliki pola yang beragam berdasarkan afiliasi politik, dengan Gerindra menjadi basis pemilih yang paling kuat,” kata dia.
Metodologi Survei
Survei nasional Voxpol Center diselenggarakan pada periode 3 hingga 12 Oktober 2026. Jajak pendapat ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Populasi survei adalah WNI yang telah memiliki hak pilih atau sudah menikah, dengan penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling.
Pengumpulan data dilakukan secara tatap muka oleh enumerator terlatih menggunakan aplikasi i-voxpol berbasis Android.
Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
