Tampang Bharada Andika Pelaku Penembakan Bharatu Valdo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bharada Andika, pelaku penembakan terhadap seniornya, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (LVF), di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bharada Andika, pelaku penembakan terhadap seniornya, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (LVF), di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Dok. Istimewa

Bharada Andika Ramadhani, pelaku penembakan seniornya, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (LVF), di Markas Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, telah ditahan Jatanras Polda Metro Jaya.

Dalam foto yang diterima kumparan, pelaku tampak mendekam di tahanan Polda Metro Jaya. Ia mengenakan jaket berwarna merah.

Sumber kumparan di kepolisian membenarkan bahwa foto tersebut adalah sosok Andika.

Pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyon, juga membenarkan foto tersebut.

"Pelaku sudah ditahan," kata Petrus kepada kumparan.

Senjata laras panjang dan sangkur yang digunakan Bharada Andika dalam kasus penembakan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai. Foto: Dok. Istimewa

Soal motif, dugaan sementara penembakan tersebut dipicu oleh ketidakterimaan pelaku karena sering dimarahi korban.

"Informasinya sering di-bully dan dipersalahkan," ucap Petrus.

Dalam hierarki Polri, pangkat Bharada satu tingkat di bawah pangkat Bharatu.

Terjadi Jumat Dini Hari

Kasus penembakan tersebut terjadi pada Jumat (16/10) dini hari di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara, Pondok Cabe. Saat kejadian, Valdo disebut sedang beristirahat.

Berdasarkan laporan awal, Andika diduga membawa senjata tajam jenis golok dari rumahnya sejak Senin (12/10) karena merasa takut secara berlebihan.

Pada Jumat dini hari, setibanya di markas, dia mengambil senjata api dari pos penjagaan, lalu mendatangi tempat korban beristirahat.

Andika disebut menembakkan senjata api beberapa kali ke arah tubuh korban. Setelah Valdo terjatuh, ia kembali menembak ke arah kepala korban dan menyerang lehernya menggunakan senjata tajam.

Usai kejadian, Andika menyerahkan diri kepada Unit Provos Ditpoludara. Ia kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan.