Tangis Ibu Korban Fortuner Maut di Majalaya: Dalam Dekapan, Anak Saya Sudah Gak Ada

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu korban kecelakaan Fortuner Majalaya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ibu korban kecelakaan Fortuner Majalaya. Foto: Dok. Istimewa

Kisah pilu menyelimuti Endang Sari Hidayah, ibu dari AMA, balita 4 tahun yang tewas usai tertabrak mobil Toyota Fortuner di Jalan Raya Majalaya, Kampung Biru, Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Endang menuntut keadilan atas kepergian putra kecilnya yang tragis.

Peristiwa maut itu terjadi pada Senin (4/11) sekitar pukul 17.30 WIB. Endang menceritakan, saat itu dirinya baru saja pulang dari kantor desa dan sempat disambut hangat oleh sang anak.

"Awalnya saya pulang dari desa sekitar setengah enam, kebetulan dari desa teh ada LPJ dulu waktu pas hari kejadian itu. Disambut sama anak itu di pas di tempat kejadian itu. Saya kamerain anak dulu sama saya, sama saya ke rumah. Sudah gitu teh, 'Ijah, hayuk mandi, sudah jam setengah enam'," kata Endang saat ditemui, Jumat (6/11).

Namun keceriaan sore itu berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah mobil SUV Fortuner menyambar tubuh mungil AMA hingga masuk ke bawah kolong kendaraan.

"Langsung. Posisi anak di bawah mobil, di dalam. Heeh di kolong, di ban belakang. Suami gak kuat, suami pingsan di depan mobil putih itu," tutur Endang dengan nada bergetar.

Melihat kondisi anaknya yang mengenaskan, Endang berupaya meminta pertolongan. Namun, pengemudi Fortuner tersebut justru memilih keluar dari mobil dan berjalan menuju rumahnya tanpa menolong korban.

"Minta tolong, pertama mah si sopirnya tuh keluar, lihat dulu aku sama anak aku di situ, tapi langsung turun. Haji turun ke rumah. 'Ya Allah Pak Haji tolongin dong Pak Haji ini anak saya gimana Pak Haji'. Ke sana saya gedor-gedor itu mobil sampai sekencang-kencangnya biar dia balik lagi. Saya gedor-gedor 'Pak Haji tolong tolong' gak ada. Saya ambil anak saya langsung nyari yang bisa nganterin ke rumah sakit," kata Endang.

Endang menduga sang buah hati telah mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan perawatan medis.

"Takdir lain mungkin sudah gak ada, dari dekapan saya juga sudah gak ada, gak respons anak. Soalnya di sana juga pas di ban mobil juga sudah. Kayaknya meninggal di sana. Soalnya jarak ke RS Ebah Majalaya tuh ya lumayan. 'Dija, Dija bangun ini mama, Dija' gak ada respon, gak ada," ucapnya.

Endang pun berharap kasus tersebut bisa ditangani secara transparan dan adil.

"Cuman saya tuh. Saya kan kehilangan anak. Ya ingin aja tuh diproses, diproses gitu, ingin keadilan," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Robby Rachman menyampaikan rasa duka cita mendalam atas insiden maut yang merenggut nyawa balita tersebut.

"Saya dari Satlantas Polres berduka cita kepada keluarga korban, mewakili Bapak Kapolres yang di mana kejadian tanggal 4 November sekitar pukul setengah 6 sore telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia, di mana pengendara mobil berjenis Fortuner menabrak seorang balita meninggal dunia," kata Robby.

Robby menjelaskan, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan mengamankan pengemudi Fortuner berinisial H (49) beserta sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

"Dari kejadian itu kami dari Satlantas telah melaksanakan atau melakukan olah TKP, setelah itu juga kami mengamankan pengendara mobil tersebut berinisial H umur 49 tahun dan kami juga telah memeriksa saksi-saksi, tiga orang saksi, tiga orang saksi sementara akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," jelaskan Robby.

Saat ditanya mengenai status hukum pengemudi yang diamankan, Robby menegaskan bahwa terperiksa saat ini masih berstatus sebagai saksi.

"Status yang diamankan masih saksi karena kami masih mengumpulkan beberapa bukti-bukti dan keterangan-keterangan saksi yang melihat atau mengetahui kejadian tersebut," ungkapnya.

Menanggapi pengakuan ibu korban mengenai sopir yang sempat pergi meninggalkan lokasi kejadian, Robby memastikan hal tersebut menjadi catatan penting bagi penyidik dalam penanganan perkara ini.

"Betul. Itu jadi bahan keterangan untuk nanti digelar perkara untuk apa namanya, untuk mengedepankan atau untuk menindaklanjuti saksi tersebut bisa dinaikkan tersangka atau tidak bisa. Intinya proses hukum akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya ya. Dan perkembangan-perkembangan akan kami laporkan ke pihak keluarga," pungkas Robby.