Tempat Penyimpanan Ban Bekas di Mojokerto Terbakar, Api Membubung Tinggi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tempat penyimpanan ban bekas di Mojokerto terbakar, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tempat penyimpanan ban bekas di Mojokerto terbakar, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kebakaran melanda pabrik daur ulang ban di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (22/10). Lokasi yang terbakar merupakan tempat penyimpanan ban bekas yang berada di tempat terbuka. Tempat tersebut dekat dengan SPBU.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan api diketahui pertama kali oleh satpam pabrik ban bekas tersebut yakni Sopi'i. Api langsung membesar sehingga tidak bisa dipadamkan dengan APAR.

"Ini gudang penyimpanan ban bekas, api langsung membesar karena banyak tumpukan. Api muncul di tumpukan ban itu, kalau orang yang membakar kurang tahu," kata Sopi'i, Kamis (22/10).

Ia menambahkan, saat api pertama muncul ada pekerja di gudang. Namun para pekerja langsung menyelamatkan diri ke luar gudang dan menjauh dari lokasi kebakaran.

Tempat penyimpanan ban bekas di Mojokerto terbakar, Kamis (22/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Ada pekerja, tapi saya tidak tahu karena nyampe magrib sudah di depan dan kebakaran terjadi. Mobil pemadam kurang lebih ada empat unit," ungkapnya.

Sementara, Kapolsek Trowulan Kompol Gusti NK Swastama menjelaskan, area yang terbakar merupakan tempat penyimpanan atau penampungan ban bekas.

"Tiba-tiba ada asap di belakang, lalu satpam yang mengetahui ada api lari ke belakang dan tidak bisa memadamkan api. Tidak ada karyawan sama sekali," terangnya.

Menurut Gusti, saat ini pihaknya sedang dalam penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti terbakarnya tumpukan ban tersebut. Ban yang dekat dengan SPBU dipindahkan agar tidak merembet.

"Kami masih penyelidikan untuk kepastiannya. Jadi ban sudah kita pisahkan tidak ada ban lagi yang dekat dengan SPBU agar tidak merambat," pungkasnya.